Lumajang,- Pos Pengamatan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, mencatat getaran banjir lahar selama enam jam pada Senin, (2/10/26).

Getaran tersebut terekam menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Gunung Semeru.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, mengatakan getaran banjir tercatat dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

“Pada periode pengamatan Senin pukul 00.00-06.00 WIB tercatat satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 65 mm dan lama gempa 21.600 detik atau enam jam,” kata Agastya dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Senin (2/11/2026).

Selain getaran banjir, aktivitas kegempaan Gunung Semeru juga terekam satu kali gempa guguran dengan amplitudo 6 mm dan lama gempa 115 detik.

“Petugas juga mencatat 14 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-25 mm dan lama gempa 31-153 detik,” jelasnya.

Secara visual, Gunung Semeru tertutup kabut sehingga asap kawah tidak teramati. Cuaca di sekitar gunung dilaporkan hujan, dengan angin lemah mengarah ke barat dan barat laut. Suhu udara berkisar 19-21 derajat Celsius.

Agastya menjelaskan, Gunung Semeru masih berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga.

Karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi dan banjir lahar.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

PVMBG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Wilayah yang perlu mendapat perhatian terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan. (*)


Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.