Probolinggo,– Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo terus berupaya memperbaiki dan mengembangkan infrastruktur, khususnya di kawasan perbatasan. Salah satu fokus pembangunan nya adalah peningkatan akses jalan di wilayah batas kota.

Upaya tersebut diawali dengan survei lapangan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Survei dimulai dari kawasan perbatasan timur Kota Probolinggo dengan Kabupaten Probolinggo. Rombongan menyusuri Jalan KH. Rizal ke arah selatan hingga mencapai Jalan Sunan Kudus.

Selanjutnya, peninjauan dilanjutkan ke wilayah perbatasan kota dan kabupaten di sisi timur sebelum melintasi Jalan Sunan Giri hingga terhubung dengan Jalan KH. Genggong yang menjadi akses utama menuju Kabupaten Lumajang.

“Survei yang menyusuri rute sepanjang 14 kilometer ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara utuh batas-batas Kota Probolinggo, mulai dari sisi timur, selatan, hingga barat,” kata Kepala DPUPRPKP Kota Probolinggo, Gofur Effendy.

Rombongan kemudian melanjutkan survei menuju Jalan Sunan Gunung Jati yang mengarah ke sejumlah kawasan, di antaranya Sekolah Rakyat di Jalan Sunan Prawoto, Jalan Sunan Drajat, Jembatan Gantung Kedungasem, hingga memasuki Jalan Ir. Sutami atau Jalur Lingkar Selatan (JLS).

Secara keseluruhan, survei tersebut melintasi sejumlah wilayah, yakni Kelurahan Wiroborang, Sukoharjo, Sumbertaman, Kedungasem, Pakistaji, Kedunggaleng, Jrebeng Kidul, dan Sumber Wetan.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, mengatakan hasil survei ini akan menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan infrastruktur ke depan.

Salah satu komitmen pemerintah daerah yang dipimpinnya, klaim Wali Kota, adalah meningkatkan kualitas konektivitas jalan di kawasan perbatasan.

“Di samping itu, kami juga akan memperkuat akses di kawasan perbatasan melalui dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” ucap Wali Kota.

Menurut dr. Aminuddin, anggaran tersebut akan diajukan kepada Kementerian PUPR untuk mendukung program pelebaran jalan, selain perbaikan ruas jalan yang berlubang.

Dengan demikian, ke depan ruas-ruas jalan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, termasuk ajang marathon.

“Dari hasil survei ini, rata-rata kondisi jalan di sepanjang batas Kota Probolinggo masih cukup baik. Namun, tetap diperlukan penyempurnaan di sejumlah titik,” imbuh dr. Aminuddin. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.