Probolinggo,— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), mengaku belum menerima laporan terkait dugaan aktivitas sabung ayam di RT/05 RW/03 Blok Krajan, Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar.
Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami menyampaikan, pihaknya baru mengetahui informasi mengenai dugaan aktivitas tersebut setelah mendapat konfirmasi dari awak media.
Karena itu, Satpol PP Kabupaten Probolinggo menurut Taufik, akan melakukan langkah-langkah awal sesuai arahan pimpinannya, yakni Bupati Mohammad Haris.
“Terima kasih informasinya. Kami belum mengetahui keberadaan judi sabung ayam tersebut,” ujar Taufik Alami saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA), Selasa (26/5/2026).
Taufik menegaskan, apabila aktivitas tersebut terbukti mengganggu ketertiban umum dan berpotensi melanggar peraturan yang berlaku, pihaknya tidak akan segan-segan melakukan penggerebekan.
“Sesuai arahan Bapak Bupati Probolinggo, langkah kami selanjutnya yaitu segera berkoordinasi dengan Forkopimka, khususnya dengan jajaran kepolisian,” beber dia.
Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP I Made Kembar Mertadana, memastikan informasi yang diterima telah ditindaklanjuti oleh jajaran kepolisian.
“Sampun ditinjut (sudah di tindaklanjut, red),” ujar AKP I Made Kembar melalui pesan WhatsApp (WA) kepada wartawan media ini.
Perwira yang memimpin Satuan Reserse dan Kriminal Polres Probolinggo itu juga menjelaskan bahwa tindaklanjut dilakukan secara gabungan bersama personel Polsek Kotaanyar.
“Gabungan bersama Polsek (Polsek Kotaanyar, red),” tambahnya singkat.
Dikeluhkan Warga
Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga di Desa Triwungan mengaku resah dengan aktifitas dugaan judi sabung ayam di kampungnya. Warga meminta pemerintah dan aparat keamanan bertindak.
Buk Ima, salah seorang warga setempat, mengaku aktivitas tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan sekitar. Melainkan juga berpengaruh terhadap kondisi ekonomi dan keharmonisan keluarganya.
Ia mengklaim, suaminya diduga ikut terlibat dalam aktivitas sabung ayam yang saat ini masih berlangsung. Bahkan, suaminya sering mengabaikan kebutuhan rumah tangga.
Bahkan, ia kerap diminta mencari pinjaman uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena penghasilan keluarga habis digunakan berjudi.
“Bagaimana ini di Triwungan, ada main sabung ayam. Suami saya ikut main sampai sudah tidak memikirkan saya dan anaknya. Sampai-sampai saya disuruh pinjam uang karena gila main. Sangat meresahkan bagi saya,” keluhnya. (*)













