Pemkab Bantu Perbaikan Rumah Terdampak Ledakan, Kecuali 2 Rumah

PASURUAN,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, memastikan akan memberikan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak ledakan di Dusun Macan Putih, Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondangwetan.

Wakil Bupati (Wabup) Pasuruan, KH. Abdul Mujib Imron menjelaskan, meski kerusakan rumah yang terjadi bukan karena bencana, namun pemerintah daerah tetap tidak boleh lepas tangan. Rumah yang terdampak, pasti akan dibantut untuk diperbaiki.

Dijelaskan Wabup, bangunan yang masuk data penerima bantuan sebanyak 21 unit. Jumlah itu tidak termasuk dua rumah yang menjadi bekas ledakan, yakni rumah Abdul Ghofar dan Imron.

“Untuk sementara ada 20 rumah dan 1 musholla. Ini perlu assesment lagi, jangan samapai ada yang tertinggal,” kata Wabup saat meninjau kerusakan rumah warga terdampak, Senin (13/9/21) siang.

Assesment (pendataan) yang dilakukan, ditambahkan Wabup, diharapkan bisa cepat selesai, sehingga proses perbaikan rumah tidak butuh waktu lama dan bertele-tele.

Teknis bantuan, imbuhnya, nanti akan dilakukan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. “Kalau assesmentnya selesai, maka bisa kita ketahui berapa besaran anggaran yang harus dikeluarkan,” jelasnya.

Wabub berharap, jika ada indikasi pelanggaran di wilayahnya, warga segera melaporkan. Sehingga kejadian seperti ledakan bom ikan, tidak lagi terjadi.

“Jadi bantuan yang kami berikan tidak berlaku untuk dua rumah yang dimiliki oleh pelaku yang meninggal, karena ini merupakan perbuatan yang melanggar hukum,” tandasnya.

Salah satu penerima bantuan, Fatimah (54) mengaku, bantuan yang diberikan pemerintah tidak cukup untuk menghapus kesedihan yang dirasakannya. Sebab rumahnya yang berada sekitar 30 meter dari lokasi ledakan, juga rusak.

“Ya mau senang gimana, rumah saya ikut rusak. Namun saya sangat berterima kasih atas kepedulian pemerintah yang membantu kami,” tukas Fatimah. (*)

Baca Juga  Kakek asal Dringu dan Pemudik dari Jateng Tambah Pasien Covid-19 di Probolinggo

Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Albafillah

Baca Juga

Penggeledahan MPP Dringu Berlangsung 5 Jam, KPK Bawa Tas Ransel dan Koper

DRINGU,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk menggeledah kantor Mal Pelayanan …