Banner Raksasa Permintaan Maaf dari Relawan Hati Dicopot 

KRAKSAAN,- Usai diluruk puluhan pegiat antikorupsi dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Kabupaten Probolinggo, Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) merespon cepat dengan menertibkan banner raksasa di jalur pantura.

Banner yang dipasang Relawan Hasan-Tantri (Hati) sebagai ungkapan permintaan maaf setelah Bupati Probolinggo Non-aktif, Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin ditangkap KPK atas kasus jual beli jabatan.

Penertiban banner raksasa itu dimulai di billboard di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan dengan melibatkan puluhan personel Satpol PP dan kendaraan pengangkut banner yang dikawal langsung oleh puluhan anggota LSM Lira Kabupaten Probolinggo.

“Ya memang pemasangan ini tidak ada pemberitahuan kepada kami, kemudian diadukan oleh anggota LSM Lira dengan dugaan karena tidak ada izin pemasangan,” kata Kasi Penyidikan dan Penindakan (Dikdak) Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Budi Utomo, Senin (6/9/2021).

Pantauan PANTURA7.com, sebelum terpasang banner permintaan maaf, pada billboard tersebut terpampang banner Hasan Aminuddin selaku anggota DPR RI dan anaknya Zulmi Noor Hasani yang digadang-gadang akan maju dalam Pilkada 2023 mendatang.

Terdapat dua titik yang dipasang para relawan Hati, yaitu di Kelurahan Semampir tepatnya di timur Jembatan Rondoninggo Semampir dan di Kelurahan Patokan atau lebih tepatnya di depan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo.

Seperti diketahui, pasca Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminuddin, anggota DPR RI terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK, kemudian muncul banner raksana di jalur jalan pantura, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Pemasang banner mengatasnamakan Relawan Hati (Hasan-Tantri) meminta maaf kepada warga Kabupaten Probolinggo.

Banner raksasa tersebut diketahui terpasang, Minggu (5/9/2021). Banner itu bertuliskan, “Maafkan kami atas luka yang kami goreskan, bila masih ada setetes kebaikan ijinkan sebait doa tetap menjadi silaturahmi di antara kita.”

Baca Juga  Masih Melanggar, Pedagang di Pasar Tradisional Diawasi

Di bawah permintaan maaf itu terlihat hastag (#) Relawan-Hati dan hastag Hasantantri-followers.

Adanya banner itu mengundang perhatian berbagai kalangan. (*)

 

 

Editor : Ikhsan Mahmudi

Publisher : A. Zainullah FT

Baca Juga

Cegah Mesum di Alun-alun Kraksaan, Patroli Akan Diperketat

KRAKSAAN,- Informasi Alun-alun Kota Kraksaan dijadikan tempat mesum langsung disikapi oleh Satuan Polisi (Satpol) Pamong …