KRAKSAAN-PANTURA7.com, Vaksinisasi massal yang direncanakan digelar mulai Kamis (14/1/2021) mendatang mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo. Merujuk fatwa MUI pusat, MUI setempat menyatakan, vaksin sinovac halal dan suci.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo, Yasin. Ia mengamini fatwa MUI pusat Nomor 02 Tahun 2021 tentang Produksi Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Sciences Co.Ltd. China dan PT Bio Farma.

Dikatakan Yasin, adanya vaksin merupakan salah satu ikhtiar di masa pandemi Covid-19. Oleh karenanya, sebagai bentuk pencegahan penularan virus asal Wuhan, China tersebut melalui vaksinisasi.

“Segala obat atau vaksin yang akan diproduksi umat Islam, wajib hukumnya diketahui dan diyakini kesuciannya. Sedangkan untuk vaksin Sinovac ini tidak ada penggunaan bahan dari turunan babi atau bahan yang diharamkan dalam Islam,” kata Yasin, Selasa (12/1/2021).

Maka dari itu, lanjut Yasin, ketentuan hukum vaksin Sinovac adalah suci dan halal. Sehingga boleh digunakan umat Islam sepanjang terjamin keamanannya serta dinyatakan memenuhi kualifikasi dari keputusan Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) RI.

“Maka dari itu masyakarat tidak perlu ragu lagi, sudah ada fatwa dari MUI pusat dan jangan terpengaruh informasi liar yang belum diketahui dan tidak jelas sumbernya. Ikuti saja kebijakan pemerintah BPOM dan MUI pusat,” ungkap Yasin.

Sekedar informasi, sebanyak 3.626 nakes, disusul petugas pelayan publik sejumlah 1.652 orang bakal divaksin sebagai kelompok prioritas. Meski begitu, dalam vaksinisasi tersebut, Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo tak menjamin warga aman dari virus jika tak mematuhi protokol kesehatan. (*)


Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : A. Zainullah FT


Baca Juga  Imbas Proyek Galian, Traffic Light di Kraksaan Wetan Mati