Menu

Mode Gelap
Bupati Lumajang Tegaskan Larangan Tahan Ijazah dan Wajib Patuhi UMK Ditengah Efisiensi, Pemkot Probolinggo Digerojok Anggaran Rp40 Miliar untuk Perbaiki Infrastruktur Hari Buruh Internasional, Mahasiswa dan Pekerja Lurug Gedung DPRD Jember Futsal Gagal Melenggang, KONI Kota Probolinggo Sisakan 32 Cabor di Porprov Jatim 2025 Kuota Haji Lumajang 2025 Menurun Peringati Hari Buruh, Pemkab Probolinggo Ajak Serikat Pekerja dan Pengusaha Perkuat Kolaborasi

Hukum & Kriminal · 26 Des 2019 12:14 WIB

Jon Junaidi Bantah Fasilitasi Ijazah Palsu Kadir


					Jon Junaidi Bantah Fasilitasi Ijazah Palsu Kadir Perbesar

KRAKSAAN-PANTURA7.com, Sidang lanjutan kasus ijazah palsu Kejar Paket C dengan terdakwa anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Abdul Kadir, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, Kamis (26/12). Sidang keenam ini agendanya masih tahap pemanggilan saksi.

Tiga orang saksi dihadirkan untuk dimintai keterangan. Mereka adalah, Ketua DPC Partai Gerindra, Jon Junaedi; Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Dewi Korina dan Syaiful Bahri, ajudan Jon Junaedi.

Jon Junaedi yang pada sidang-sidang sebelumnya memilih mangkir dengan dalih ada kunjungan kerja, menepis seluruh keterangan saksi lain sebelumnya, yang menyebut ia memfasilitasi pembuatan ijazah palsu.

“Saya tidak pernah kenal dengan yang namanya markus. Saya juga tidak menjamin kalau ijazah yang digunakan oleh Abdul Kadir tidak akan ada masalah atau memfasilitasi ijazah milik Abdul Kadir,” elak Jon Junaedi.

Dari keterangan tersebut, Jon Junaedi yang juga Wakil DPRD Kabupaten Probolinggo, menyatakan kesiapannya jika pada persidangan berikutnya, Pengadilan Negeri, kembali membutuhkan keterangan darinya.

“Insyaallah saya akan hadir, kunker insyaallah juga akan saya tinggalkan. Saya akan datang jika masih diminta keterangan oleh hakim,” tutur dihadapan hakim.

Menanggapi kesaksian dari Jon Junaedi, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo, Ardian Junaedi mengatakan, jika keterangan Jon Junaedi dinilai tidak sesuai fakta, maka Kuasa Hukum Abdul Kadir berhak mengajukan sidang konfrontir.

“Keterangan dari saksi itu dianggap palsu atau tidak, sudah bukan ranah kami. Itu sudah menjadi wewenang Kuasa Hukum terdakwa yang berhak mengajukan sidang konfrontir,” ujar Ardian.

Diketahui, dalam sidang kelima yang digelar Kamis (19/13), salah satu saksi bernama Muhammad Markus Firdaus menyebut Jon Junaedi memberikan sejumlah uang untuk pembuatan ijazah Abdul Kadir.

Pada prosesnya, Abdul Kadir menjadi terdakwa setelah ia ditahan di Mapolres Probolinggo pada Jum’at (4/10) lalu atas dugaan penggunaan ijazah palsu Kejar Paket C. Dokumen ijazah ituia gunakan saat maju sebagai calon legislatif (Caleg) dari Partai Gerindra dalam pemilu 17 Apri 2019 lalu. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kuota Haji Lumajang 2025 Menurun

1 Mei 2025 - 17:10 WIB

Anak di Bawah Umur di Lumajang Jadi Korban Rudapaksa Ayah Kandungnya

1 Mei 2025 - 15:06 WIB

Sebulan, Polres Probolinggo Bongkar 17 Kasus Narkotika dan Okerbaya

30 April 2025 - 19:32 WIB

Perselisihan soal 1 Liter Bensin, Paman dan Keponakan Berujung di PN Lumajang

30 April 2025 - 17:05 WIB

Kakak-adik Maling Motor Spesialis Bobol Rumah Ditangkap Polisi, Beraksi di 21 TKP

30 April 2025 - 16:50 WIB

Terdakwa Ganja Lumajang Divonis 20 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pertanyakan Keadilan

30 April 2025 - 15:21 WIB

Tiga Terdakwa Ganja Divonis 20 Tahun Penjara

30 April 2025 - 09:46 WIB

Kelompok Pemuda Rusak Cafe di Kota Probolinggo, Sejumlah Terduga Pelaku Ditangkap

29 April 2025 - 18:19 WIB

Pemuda Pasuruan Dibekuk, 8,33 Gram Sabu Siap Edar Disita Polisi

29 April 2025 - 17:32 WIB

Trending di Hukum & Kriminal