PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Kasus dugaan ‘money politic’ yang dilakukan seorang calon legislatif (Caleg) bernama Mochamad Bebun di Kota Probolinggo, memasuki babak baru. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, segera menggelar pleno untuk membahas praktik beli suara tersebut.

Ketua Bawaslu Kota Probolinggo Azam Fikri menjelaskan, meski belum menetapkan jadwal namun ia memastikan akan segera menggelar rapat pleno. Kasus itu, kata Azam, juga sudah teregister Bawaslu sebagai pelanggaran.

“Karena itu laporan maka pelapor harus memenuhi syarat-syarat pelaporan seperti foto, video dan saksi. Dan pelapor sudah melengkapi itu,” terang Azam, Senin (15/4/2019).

Terkait pelapor, menurut Azam, warga tidak berkewajiban menangkap langsung oknum yang melakukan politik uang. Pelapor hanya diminta menghubungi panitia pengawas pemilu (Panwaslu) terdekat (Kelurahan, red) atau pengawas Kecamatan serta Bawaslu.

“Kasus ini tetap kami proses. Apakah dihentikan karena tidak terbukti atau kasus tersebut dikirim ke Bawaslu Jawa Timur untuk ditindaklanjuti, bergantung hasil pleno,” paparnya.

Sementara, terkait keterlibatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yakni Nurul, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kota Probolinggo belum bisa bertindak lebih jauh. Nurul merupakan istri dari terlapor, Mochamad Bebun.

“Kita masih nunggu keputusan Bawaslu. Kita tidak bisa langsung bertindak sebelum ada keputusan. Kalau terbukti ya ada tindak lanjut dari kita,” tutur Kepala BPKSDM kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa

Saat ditanya, apakah BKPSDM sudah memanggil Nurul untuk dimintai keterangan, Rahmatdeta mengaku, pihaknya belum melakukan pemanggilan. “Namun dalam waktu dekat, kami akan memanggilnya untuk dimintai keterangan,” janji Rahmatdeta.

Diketahui, Caleg DPRD Kota Probolinggo Dapil 2 Mochamad Bebun dari PDI-P, dilaporkan oleh Sutanto (53) warga yang juga Caleg karena dituding membagikan uang, Minggu (14/4/2019). Uang yang dimasukkan dalam amplop itu dbagikan oleh Nurul di Perumahan Prasaja Mulya Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok. (*)

 

Penulis : Rahmad Soleh
Editor : Efendi Muhammad

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here