Probolinggo,— Sebanyak 48 Kepala Keluarga (KK) di RT/02 RW/01 Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, tengah berjuang menghadapi krisis air bersih yang berlangsung selama dua bulan terakhir.
Gangguan pada jaringan pipa pasca pekerjaan pelebaran jalan raya ditengarai menjadi pemicu utama terhentinya suplai air minum ke pemukiman warga.
Kondisi tersebut memaksa warga merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air tangki secara swadaya demi memenuhi kebutuhan harian seperti memasak, minum, dan mencuci.
Kasi Pemerintahan Desa Malasan Wetan, Nisa, membenarkan bahwa terhentinya suplai air minum dari Perumda Air Minum (Perumdam) Tirta Argapura berawal dari pengerjaan proyek jalan di kawasan setempat.
Pipa jaringan PDAM yang kerap bocor pascaproyek disinyalir menjadi penyebab utama air tak lagi mengalir ke rumah-rumah warga.
“Awalnya air mati-hidup pas ada pelebaran jalan, tapi sekarang malah mati total tidak sampai ke rumah warga. Di RT 02 ini ada sekitar 48 KK yang terdampak. Kalau warga tidak beli air tangki swadaya, ya tidak dapat air sama sekali,” ujar Nisa saat ditemui di kediamannya, Sabtu (26/9/26).
Selain kesulitan mengakses air bersih, warga mengeluhkan lembaran tagihan bulanan dari PDAM Unit Leces yang tetap dibebankan secara rutin meski air tidak mengalir.
Aduan yang dilayangkan masyarakat pun disebut-sebut belum mendapat respons yang memuaskan.
Pemerintah Desa Malasan Wetan mendesak pengelola agar segera melakukan rekayasa jaringan dengan mengalihkan jalur pipa RT/02 ke saluran Desa Malasan Kulon yang disuplai dari tandon Gunung Dami.
BPBD Salurkan Bantuan Air
Guna mengantisipasi krisis air berkepanjangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menerjunkan armada truk tangki untuk menyalurkan bantuan air bersih secara langsung kepada masyarakat terdampak.
Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo, Farois, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan PDAM untuk mem-backup kebutuhan dasar warga Tegalsiwalan.
Selain bantuan tangki darurat, BPBD Kabupaten Probolinggo juga mengusulkan opsi pembuatan sumur bor sebagai solusi jangka panjang.
“Kebutuhan warga sangat dominan untuk air bersih, seperti masak, minum, dan mencuci. Krisis ini terjadi karena ada kendala teknis pada pipa PDAM yang trouble atau mati tidak mengalir, dan ini sudah berlangsung sekitar dua bulan,” terang Farois.
Klarifikasi Perumdam Tirta Argapura
Menanggapi kendala teknis tersebut, Kepala Unit Leces Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo, Syah Reza Azka Lubis, mengonfirmasi adanya gangguan pada saluran distribusi air.
“Untuk kendala dalam kurun waktu 2 bulan ini distribusi air memang terkendala akibat seringnya kerusakan dan kebocoran pipa di Jalan Raya Lumajang,” klaimnya.
“Ditambah beberapa agenda pumping test dan pemadaman listrik dari PLN, sehingga kuantitas dan kontinuitas air yang ke Tunggul Asih terkendala,” Reza menambahkan.
Mengenai keluhan tagihan pelanggan saat pasokan air terhenti, Syah Reza menyatakan telah mengajukan permohonan keringanan ke kantor pusat.
“Untuk beberapa pelanggan kami ajukan ke pusat untuk tidak direkeningkan (dihapus beban pemakaiannya/gratis). Adapun pelanggan yang mempunyai tunggakan adalah pemakaian bulan-bulan lalu. Sampai saat ini distribusi air masih belum normal,” pungkasnya.
Kendati demikian, pihak Perumdam belum memberikan rincian pasti mengenai target waktu penyelesaian perbaikan pipa yang pecah, serta kepastian tanggal berlakunya pembebasan tagihan secara menyeluruh. (*)












