Probolinggo,- Kabar membanggakan datang dari MA Zainul Hasan 1 Genggong. Madrasah yang berada di lingkungan Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo tersebut berhasil meraih dua Juara 1 dalam ajang Expo dan Rapat Kerja Nasional (Extranas) Madrasah Aliyah Plus Keterampilan ke-8 Tahun 2026.
Dua prestasi tersebut diraih dalam kategori Video Profil MA Plus Keterampilan dan MAKN serta Video Sinematik.
Pengumuman pemenang disampaikan pada Sabtu malam (12/9/2026), setelah rangkaian kegiatan Extranas ke-8 yang berlangsung di Lamongan, Jawa Timur.
Prestasi tersebut menjadi capaian membanggakan bagi MA Zaha 1 Genggong, khususnya dalam bidang kreativitas, videografi, dan pemanfaatan media digital.
Karya yang diikutsertakan dalam kompetisi tersebut mampu bersaing dengan peserta dari berbagai madrasah di Indonesia.
Extranas ke-8 sendiri diikuti oleh 137 Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dan MAKN dari 19 provinsi. Ajang dua tahunan tersebut berlangsung pada 10–13 September 2026 dengan pusat kegiatan di MAN 1 Lamongan dan Sport Center Lamongan.
Selain menjadi ajang pameran karya dan inovasi, Extranas juga menghadirkan berbagai kompetisi keterampilan, mulai dari robotik, tata busana, tata boga, kriya, business plan, desain poster, komik digital, sinematografi hingga video profil madrasah.
Wakil Kepala MA Zainul Hasan 1 Genggong Bidang Humas, Ahmad Muhibul Firdaus, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa santri mampu mengembangkan kreativitas dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan identitas kepesantrenan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian dua Juara 1 ini. Prestasi ini menunjukkan bahwa santri MA Zaha tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu berkarya dan berkompetisi di bidang teknologi serta media digital,” ungkap Muhib.
Ia menambahkan, kompetisi semacam Extranas memberikan pengalaman penting bagi santri untuk mengasah kemampuan di luar pembelajaran kelas.
“Video profil dan sinematik bukan hanya soal menghasilkan sebuah video yang bagus. Di dalamnya ada proses belajar tentang kreativitas, komunikasi, kerja sama tim, teknologi, dan bagaimana menyampaikan pesan melalui sebuah karya. Ini yang kami harapkan terus tumbuh di kalangan santri,” tambahnya.
Capaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen MA Zaha 1 Genggong dalam mengembangkan pendidikan berbasis pesantren dan teknologi.
Kreativitas santri melalui berbagai platform digital terus diarahkan agar tidak sekadar menjadi keterampilan teknis, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan nilai-nilai pendidikan dan kepesantrenan.
Dua gelar juara tersebut menjadi kabar manis bagi keluarga besar MA Zaha 1 Genggong. Di tengah persaingan madrasah dari berbagai daerah, karya santri Genggong mampu tampil sebagai yang terbaik dan membawa nama madrasah ke tingkat nasional. (*)












