Pasuruan,- Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan dari sektor pelayanan pengelolaan sampah menunjukkan capaian positif.
Berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) hingga Juli 2026, penerimaan retribusi persampahan yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan telah mencapai Rp1.011.550.902.
Capaian tersebut sudah lebih dari separuh target penerimaan tahun anggaran 2026 yang ditetapkan sebesar Rp1.725.893.900.
DLH Kabupaten Pasuruan optimistis target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun.
Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, M. Nur Kholis mengatakan, capaian penerimaan tersebut terus didorong agar dapat memenuhi target yang telah ditetapkan.
“Realisasi PAD dari sektor pengelolaan sampah di Kabupaten Pasuruan hingga periode Juli 2026 berdasarkan LRA sudah menembus angka Rp1.011.550.902. Raihan ini terus kami dorong agar bisa memenuhi target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp1.725.893.900,” kata Nur Kholis.
Menurutnya, kemampuan masyarakat dalam membayar retribusi turut dipengaruhi kondisi perekonomian yang mengalami naik turun.
Karena itu, DLH terus menyiapkan strategi untuk menjaga penerimaan daerah tetap optimal.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni memperluas jangkauan pelayanan persampahan sekaligus mengoptimalkan potensi pelanggan yang sudah ada.
“Di tengah kondisi kemampuan membayar masyarakat yang terimbas situasi ekonomi naik turun, kami terus berupaya mengoptimalkan penerimaan daerah,” ucapnya.
“Strategi utamanya adalah dengan memperluas jangkauan layanan persampahan serta mengoptimalkan potensi pelanggan yang saat ini sudah berjalan,” imbuh Nur Kholis.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 184 pelanggan aktif yang memanfaatkan layanan persampahan. Pelanggan tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai kawasan pasar, industri, hingga permukiman warga seperti dusun, RW, dan perumahan.
Dari total pelanggan tersebut, sebanyak 18 di antaranya merupakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang tersebar di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Sementara itu, kelompok permukiman warga menjadi pelanggan dengan jumlah terbesar.
“Saat ini total ada 184 pelanggan aktif yang terdata, termasuk di dalamnya 18 unit TPS yang melayani berbagai sektor seperti pasar, industri, hingga pemukiman. Kelompok permukiman warga sejauh ini tercatat sebagai penyumbang jumlah pelanggan terbesar dalam pelayanan persampahan di Kabupaten Pasuruan,” beber Nur Kholis.
Selain mengejar target penerimaan, DLH Kabupaten Pasuruan juga terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pengangkutan sampah.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kepuasan pelanggan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat dalam membayar retribusi.
“Peningkatan kualitas pelayanan akan terus kami lakukan, baik dari sisi sarana maupun prasarana pengangkutan sampah,” papar Nur Kholis.
“Kami berharap pelayanan yang semakin baik juga diikuti kesadaran masyarakat dalam membayar retribusi, sehingga pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan di Kabupaten Pasuruan dapat terus ditingkatkan,” pungkasnya. (*)












