Jember,- Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan kembali menemukan korban kecelakaan perahu terbalik di perairan Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.
Memasuki hari keenam operasi pencarian, Senin (24/8/26), dua nelayan ditemukan meninggal dunia dan dua lainnya masih hilang.
Korban terbaru yang ditemukan adalah Moh. Sholihin (34), warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger. Jenazahnya ditemukan terdampar di pesisir Pantai Paseban pada Minggu (23/8/26) sekitar pukul 14.15 WIB.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan jenazah ditemukan sekitar enam kilometer dari lokasi awal kecelakaan.
“Kami menerima informasi dari nelayan setempat sekitar pukul 14.00 WIB mengenai adanya jenazah terdampar di pesisir Pantai Paseban. Tim SAR Gabungan langsung bergerak melakukan evakuasi,” ujar Edy, Senin (24/8/26).
Setelah dievakuasi, jenazah Moh. Sholihin langsung dibawa ke rumah duka di Desa Mojosari menggunakan ambulans untuk diserahkan kepada keluarga.
Sebelumnya, satu korban lainnya, Sahwiyanto (46), warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara Samino (65), warga Desa Puger Wetan, berhasil diselamatkan.
“Dua orang meninggal dunia, yakni Sahwiyanto yang ditemukan lebih awal dan Moh. Sholihin yang ditemukan Minggu (23/8/26). Sedangkan dua orang masih dalam pencarian, yakni Mujai, 58 tahun, dan Samsul, 45 tahun. Keduanya warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger,” jelas Edy.
Untuk diketahui, Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Rabu (19/8/26) dini hari. Perahu nelayan yang membawa lima orang Anak Buah Kapal (ABK) dihantam gelombang tinggi saat berada di perairan Paseban.
Pada hari kelima pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 melakukan penyisiran permukaan laut menggunakan rubber boat milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), sedangkan SRU 2 menyisir wilayah darat sepanjang garis Pantai Paseban sejauh tiga kilometer.
Namun, kondisi gelombang menjadi kendala dalam operasi pencarian. Ketinggian ombak di sekitar Pantai Paseban dilaporkan mencapai sekitar empat meter.
“Karena alasan keselamatan, pencarian sementara dihentikan pada pukul 17.00 WIB dan kembali dilanjutkan pada Senin (24/8/26) pagi,” ungkap Edy.
Memasuki hari keenam, BPBD Jember bersama Basarnas dan relawan kembali memperluas area pencarian untuk menemukan Mujai dan Samsul.
Selain mengerahkan personel Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) untuk mendukung operasi SAR, BPBD Jember juga merekomendasikan penyaluran bantuan logistik bagi keluarga korban yang terdampak musibah tersebut. (*)












