Jember,- Genap setahun melayani relasi Ketapang–Pasar Senen, Jakarta, KA Blambangan Ekspres mencatat lonjakan jumlah penumpang.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember mencatat jumlah pelanggan kereta tersebut meningkat 133 persen sepanjang 2025 dibandingkan periode setelah perpanjangan relasi pada 2024.

KA Blambangan Ekspres mulai beroperasi pada 2 Desember 2022 dengan relasi Ketapang–Semarang Tawang.

Sejak 26 Juli 2024, layanan diperpanjang hingga Pasar Senen, Jakarta, sehingga masyarakat dari wilayah timur Pulau Jawa dapat melakukan perjalanan langsung ke ibu kota tanpa berganti kereta.

Sejak relasi Jakarta mulai dioperasikan hingga akhir 2024, KA Blambangan Ekspres melayani 73.737 penumpang.

Sepanjang 2025, jumlah pelanggan meningkat menjadi 172.258 orang atau naik sekitar 133 persen.

Hingga Semester I 2026, KA Blambangan Ekspres telah melayani 90.951 penumpang, meningkat sekitar 9 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 83.515 penumpang.

Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan peningkatan jumlah pelanggan menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api, terutama setelah tersedia layanan langsung menuju Jakarta.

“Peningkatan jumlah pelanggan KA Blambangan Ekspres dari tahun ke tahun menjadi indikator bahwa masyarakat semakin mempercayai kereta api sebagai moda transportasi pilihan,” tutur Cahyo, Rabu (29/7/16).

“Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keselamatan perjalanan, memberikan kenyamanan, serta memastikan ketepatan waktu sehingga pelanggan memperoleh pengalaman perjalanan yang terbaik,” tambahnya.

Berdasarkan data KAI Daop 9 Jember, Stasiun Surabaya Gubeng menjadi tujuan keberangkatan terbanyak dari wilayah Daop 9 dengan total 75.771 penumpang.

Sementara itu, Stasiun Jember menjadi stasiun kedatangan terbanyak dengan 63.851 penumpang sepanjang 2024 hingga Semester I 2026.

Menurut Cahyo, tingginya jumlah penumpang yang turun di Jember mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat menuju daerah tersebut.

“Kami berharap tren positif ini dapat terus berlanjut sehingga mampu memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga UMKM,” pungkas Cahyo. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.