Probolinggo,- Kapal motor (KM) tradisional yang mengangkut bantuan sembako untuk warga Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, terbalik di perairan setempat, Selasa sore (9/6/26).

 Akibat kejadian tersebut, sekitar 7 ton bantuan pangan yang akan disalurkan kepada masyarakat  tenggelam dan tidak dapat disalurkan.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi mengatakan, KM Bahari Makmur yang mengalami kecelakaan laut memuat 6,8 ton beras dan 601 liter minyak goreng.

“Akibat peristiwa tersebut, total sekitar 7 ton sembako tenggelam. Namun, minyak goreng masih dapat diselamatkan karena berada dalam kemasan,” kata Arif, Rabu (10/6/26).

Meski sebagian minyak goreng berhasil diangkat, Arif menjelaskan seluruh bantuan pangan tidak lagi layak disalurkan kepada masyarakat. Karena itu, bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu akan diganti dengan stok baru.

Menurutnya, pengiriman ulang bantuan akan dilakukan melalui Perum Bulog Cabang Probolinggo. Sembako pengganti dijadwalkan kembali dikirim ke Pulau Gili Ketapang, Jumat (12/6/2026) dan selanjutnya dibagikan kepada warga, Sabtu (13/6/2026).

“Rencananya, apabila tidak terjadi peristiwa tersebut, bantuan sudah diserahkan hari ini kepada sekitar 1.600 penerima manfaat di Pulau Gili Ketapang,” imbuhnya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Probolinggo, Hendra Yulispriyanto menyebut, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

“Saat ini ketua paguyuban sedang kami mintai keterangan, termasuk nahkoda kapal yang masih berada di dermaga Pulau Gili Ketapang untuk memperbaiki kapalnya,” ujar Hendra.

Meski menelan kerugian material sekitar Rp90 juta rupiah, namun musibah ini tidak sampai menelan korban jiwa. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.