Lumajang,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mempercepat pemasangan kamera pengawas atau CCTV di seluruh wilayah desa dan dusun sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan masyarakat.
Namun hingga awal Juni 2026, jumlah CCTV yang terpasang masih jauh dari target yang telah ditetapkan.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menargetkan sebanyak 4.000 unit CCTV dan 4.000 titik penerangan jalan umum (PJU) terpasang di 863 dusun yang tersebar di Kabupaten Lumajang.
“Kalau sudah semua dusun terpasang CCTV, maka ada 4.000 CCTV dan PJU yang akan terpasang,” kata Indah, Jumat (5/6/2026).
Program tersebut, menurutnya, merupakan respons pemerintah daerah terhadap meningkatnya gangguan keamanan yang terjadi pada awal Mei 2026.
Saat itu, sejumlah kasus kriminal, mulai dari pencurian kendaraan bermotor, pembegalan hingga aksi pelemparan batu ke kendaraan yang melintas, terjadi di sejumlah titik.
Bahkan dalam salah satu kasus pembegalan, seorang warga dilaporkan meninggal dunia dan tiga sepeda motor dibawa kabur pelaku.
Data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang menunjukkan hingga saat ini jumlah CCTV yang telah terpasang baru mencapai 1.380 unit yang tersebar di 760 dusun.
Meski meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 492 unit, angka tersebut masih berada jauh di bawah target 4.000 unit yang dicanangkan pemerintah daerah.
Berbeda dengan CCTV, capaian pemasangan penerangan jalan umum relatif lebih tinggi. Saat ini tercatat sebanyak 3.594 unit PJU telah terpasang dari target 4.000 unit.
Meski demikian, jumlah itu justru lebih rendah dibandingkan data tahun sebelumnya yang mencapai 3.720 unit.
Kabid Bina Pemerintahan Desa DPMD Kabupaten Lumajang, Ricky Dharma Putra, menyebut data tersebut merupakan hasil pembaruan terakhir yang dihimpun sekitar dua pekan lalu.
Menurutnya, proses pemasangan CCTV maupun PJU masih terus berlangsung di tingkat desa. “Data yang tadi update terakhir dua minggu lalu, belum ada update lagi setelah itu,” ucap Ricky.
Ia menambahkan, jumlah CCTV dan PJU yang terpasang saat ini sebenarnya lebih banyak dibanding data yang tercatat. Sebab, sejumlah desa disebut belum menyampaikan laporan terbaru kepada DPMD.
“Sebenarnya sudah, tapi desanya belum update ke kita. Kalau sekarang yang sudah terpasang itu bisa lebih dari data yang tadi, nanti kita update lagi perkembangannya,” sampainya. (*)












