Probolinggo,- Warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gratis (SPPG) Sidomukti 003.

Warga RT/01 RW/03 Kelurahan Sidomukti, Sudarsih menyebut, dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu tepat di sebelah barat rumahnya. Bau tidak sedap dirasakan kian menyegat dalam sebulan terakhir.

Saat ditemui di kediamannya, Kamis (21/5/26) siang, Sudarsih mengaku, aliran limbah dapur yang mengalir ke selokan depan rumahnya sangat mengganggu kenyamanan sehari-hari.

“Kesadarannya aja, jadi jangan sampai nguras itu tiga hari, dua hari. Jadi limbahnya nggak bau, gitu aja,” ujar Sudarsih.

Menurutnya, ia sempat memprotes aktivitas operasional dapur MBG yang dinilai mengganggu warga sekitar. Salah satunya terkait suara musik dari pengeras suara yang diputar saat aktivitas dapur berlangsung.

“Sudah saya protes, awal-awalnya memang iya, kayak nyetel tape masih belum izin. Sekarang sudah nggak. Waktunya istirahat pokoknya jangan sampai ada keramaian,” kecamnya.

Komponen Bermasalah

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Program MBG Kabupaten Probolinggo, Pujo Wisnu, menjelaskan bahwa seluruh aliran limbah dari dapur SPPG sebenarnya sudah diarahkan menuju Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Untuk mekanismenya, kami dari semua aliran air baik dari pencucian bahan makanan, ompreng, dan alat masak sudah satu jalur ke pembuangan IPAL. Terjadinya bau dikarenakan ada salah satu komponen IPAL yang bermasalah sehingga pengolahannya tidak maksimal,” ujar Pujo saat dikonfirmasi.

Ia mengklaim, pihak pengelola juga telah melakukan evaluasi terhadap persoalan limbah tersebut. Teknisi IPAL disebut telah datang untuk memperbaiki gangguan pada sistem kelistrikan.

Namun, setelah dilakukan pengecekan ulang, masih ditemukan pengaturan sistem IPAL yang kurang tepat sehingga pengolahan limbah belum berjalan maksimal.

“Kami sudah melakukan evaluasi terkait air limbah tersebut. Pertama teknisinya sudah datang dan ada trouble di kelistrikannya dan sudah teratasi, tapi masih ada keluhan tentang air limbahnya. Setelah ditanyakan kepada teknisinya ternyata ada setting yang kurang tepat sehingga pengolahan air limbahnya tetap kurang maksimal,” katanya.

Pujo menambahkan, pihaknya telah menjadwalkan kedatangan teknisi kembali pada 23–24 Mei 2026 setelah menyelesaikan pemasangan IPAL di Bali. Sembari menunggu perbaikan lanjutan, pengelola melakukan pengurasan limbah secara mandiri di setiap chamber IPAL untuk mengurangi bau yang muncul.

“Untuk sementara waktu sembari menunggu teknisinya, kita rutin melakukan pengurasan di setiap chamber secara mandiri,” ujarnya.

Jurnalis media ini juga berupaya mengonfirmasi langkah MBG Kabupaten Probolinggo yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menyikapi hal tersebut.

Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban meski pesan pribadi via WhatsApp (WA) yang dikirim telah diterima dan dilihat. Upaya konfirmasi melalui panggilan WA juga tidak direspons. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.