Probolinggo,- Perlakuan tak menyenangkan yang menimpa Warga Negara Asing (WNA) asal Cina bersama pengemudi ojek online (ojol) di Kota Probolinggo, berujung damai.

Hal ini terjadi setelah sopir angkutan Bromo atau Bison, mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas perbuatannya.

Klarifikasi dan permintaan maaf itu disampaikan dalam mediasi yang digelar di Polsek Kademangan, Rabu siang (13/5/2026).

Mediasi dihadiri perwakilan ojol, pengemudi transportasi Bromo, Satlantas Polres Probolinggo Kota, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo dan Organisasi Angkutan Darat (Organda).

Dalam mediasi itu, pengemudi transportasi Bromo, Suhan, menyampaikan permintaan maaf kepada WNA asal Cina maupun pengemudi ojol yang ada dalam video viral tersebut.

“Jadi saya meminta maaf atas kejadian kemarin. Peristiwa tersebut didasari karena ingin mencari rezeki yang halal untuk keluarga,” kata Suhan.

Mediasi tersebut juga menegaskan kembali agar seluruh pihak, baik ojol, ojek pangkalan (opang), maupun transportasi Bromo, tetap mematuhi aturan dan kesepakatan yang sebelumnya telah ditandatangani.

Selain itu, mediasi dilakukan agar ke depan tidak ada lagi kejadian serupa yang dapat merusak nama Kota Probolinggo maupun citra pariwisata Indonesia.

“Mediasi ini cukup baik bagi saya dan pelaku transportasi lainnya, agar tidak ada lagi kejadian serupa,” imbuh Suhan, yang tercatat sebagai warga Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo,

Kapolsek Kademangan, Kompol Suharsono, mengatakan alasan Suhan melakukan intimidasi terhadap wisatawan Cina dan pengemudi ojol karena sejak pagi ia tidak mendapatkan penumpang.

Sopir Bison merasa rezekinya diambil oleh ojol yang hendak mengantar WNA tersebut. Ia pun naik pitam dan berusahan menghalang-halangi.

“Ke depan akan kami lakukan penandatanganan ulang atau pembaruan Memorandum of Understanding (MoU) terkait batasan pengambilan penumpang sesuai kesepakatan yang pertama kali dibentuk pada 2017 lalu,” cetus Kapolsek.

Diketahui sebelumnya, viral sebuah video yang memperlihatkan seorang pengemudi ojek online bersama wisatawan asing, mendapat intimidasi dari seorang pengendara motor di Jalan Merapi, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan.

Video dugaan intimidasi itu diunggah sendiri oleh WNA yang menjadi korban melalui akun Instagram pribadinya, @jinnie666888. Video berdurasi 12 detik memperlihatkan wisatawan asal Cina bersama seorang pengemudi ojol saat diintimidasi oleh seorang pria pengendara motor. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.