Probolinggo,– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo gerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau panjang, yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan kedepan.
Salah satu upayanya, dengan mengoptimalkan pemanfaatan sekaligus merencanakan pembangunan embung, yakni kolam penampungan air buatan atau cekungan yang dirancang untuk menampung air hujan di sejumlah wilayah.
Langkah ini ditegaskan Bupati Probolinggo, Muhammad Haris yang menyebut bahwa untuk menghadapi potensi kemarau panjang, pemerintah daerah perlu memetakan seluruh potensi sumber air yang ada, termasuk embung-embung yang tersebar di wilayahnya.
“Menjelang kemarau, kita harus melihat potensi embung yang ada. Di titik-titik yang memang membutuhkan, harus kita siapkan embung,” ujar Gus Haris, sapaannya, saat meninjau embung di Desa Jatisari, Kecamatan Kuripan, Selasa (5/5/26).
Ia menjelaskan, embung di Kecamatan Kuripan merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, Pemkab Probolinggo tetap akan mengajukan usulan normalisasi maupun pendalaman agar daya tampung air meningkat dan manfaatnya semakin luas.
“Memang ini ranah provinsi, tetapi akan kita usulkan dan kawal untuk normalisasi. Karena cakupan wilayah yang terdampak dari embung ini cukup besar,” jelasnya.
Tak hanya itu, Pemkab Probolinggo juga tengah mengkaji pembangunan embung baru, khususnya di wilayah atas Kecamatan Kuripan yang selama ini belum terjangkau distribusi air secara optimal.
“Wilayah atas ini masih kita assessment. Kita cari sumber dan lokasi yang tepat untuk dibangun embung, supaya manfaatnya bisa dirasakan merata,” tambahnya.
Peninjauan langsung ke lapangan, menurut Gus Haris, sebagai dasar pengambilan kebijakan. Dengan melihat langsung, pemerintah dapat merumuskan langkah strategis yang tepat menghadapi musim kemarau.
“Keberadaan embung saat ini telah membantu kebutuhan air masyarakat, khususnya di wilayah bawah seperti Kecamatan Bantaran. Namun, pemerataan akses air masih menjadi pekerjaan rumah, terutama bagi masyarakat di wilayah atas Kuripan,” imbuhnya.
Dengan rencana optimalisasi dan pembangunan embung baru ini, Pemkab Probolinggo berharap ketahanan air untuk sektor pertanian tetap terjaga.
“Sehingga dampak musim kemarau terhadap produktivitas petani dapat diminimalisir,” Gus Haris memungkasi. (*)













