Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang mulai melelang pengelolaan objek wisata Pemandian Selokambang di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko.
Lelang tersebut menggunakan skema kerja sama pemanfaatan (KSP) dengan jangka waktu pengelolaan selama 10 tahun.
Kepala Dinas Pariwisata Lumajang, Patria Dwi Hastiadi mengatakan, nilai kerja sama yang ditawarkan mencapai Rp9,8 miliar. Nilai itu mencakup kawasan seluas 49.121 meter persegi dan bangunan seluas 2.007 meter persegi.
“Pengelolaan ini ditawarkan untuk jangka waktu 10 tahun,” kata Patria, Selasa (5/5/2026).
Menurut dia, tidak seluruh aset di kawasan wisata tersebut masuk dalam skema kerja sama. Pemerintah daerah tetap mempertahankan sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat dan nilai sejarah kawasan.
Aset yang tidak termasuk dalam kerja sama itu antara lain broncaptering atau bangunan penangkap air, rumah pompa, reservoir, jaringan PDAM, serta situs petirtaan Samirahat Manahsudhi Semeru.
“Beberapa fasilitas itu tetap dikelola pemerintah karena berkaitan dengan suplai air masyarakat dan situs kuno,” katanya.
Pemandian Selokambang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Lumajang. Sumber airnya berasal dari mata air alami dengan kandungan mineral tinggi.
Untuk diketahui, air di lokasi tersebut memiliki tingkat keasaman (pH) antara 7 hingga 8 dengan suhu berkisar 13–15 derajat Celsius.
Kondisi itu membuat air Selokambang dipercaya memiliki manfaat kesehatan, terutama untuk membantu penyembuhan gangguan saraf. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan lebih optimal melalui pengelolaan yang profesional.
Dinas Pariwisata Lumajang memastikan proses pemilihan mitra dilakukan secara terbuka dan transparan. Calon mitra dapat mendaftar dan mengunduh dokumen lelang secara daring mulai 4 Mei 2026 melalui sejumlah kanal resmi pemerintah daerah.
Informasi terkait tahapan dan jadwal pelaksanaan juga akan diumumkan secara berkala melalui kanal sebagai berikut:
s.id/KSPSelokambang website Pemerintah Kabupaten Lumajang (lumajangkab.go.id) website Dinas Pariwisata (dispar.lumajangkab.go.id) Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kabupaten Lumajang (spse.inaproc.id/lumajangkab) Informasi lanjutan terkait tahapan dan jadwal kegiatan akan diumumkan melalui kanal-kanal tersebut.
Sebelumnya, Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengatakan, langkah pelelangan diambil karena potensi Selokambang belum tergarap maksimal. Ia menyampaikan kawasan tersebut memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk menuju destinasi wisata di wilayah barat Lumajang.
“Seharusnya Selokambang ini menjadi pintu masuk wisata ke arah barat, tapi itu belum terjadi,” kata Indah.
Menurut bupati, pengelolaan oleh organisasi perangkat daerah selama ini belum mampu menghadirkan lompatan signifikan dalam pengembangan kawasan wisata tersebut.
“Saya tidak bisa lagi mempercayakan pengelolaan kepada dinas. Terlalu berat. Ini harus dilelang agar hasilnya maksimal dari sisi ekonomi dan kualitas,” ujar Indah.
Ia berharap keterlibatan pihak swasta dapat menghadirkan inovasi dalam pengelolaan, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat sekitar. (*)













