Lumajang, – Pelantikan dan pengukuhan Ketua DPC Gekrafs Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja, Minggu (3/5/2026) malam, berlangsung dengan meriah.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati dalam sambutannya mengatakan, potensi besar sektor pariwisata daerah yang mulai menarik perhatian wisatawan mancanegara.
“Jadi, tampil setiap hari weekday, bukan weekend, weekday, 500–600 wisatawan asing datang ke Pronojiwo. Ini menjadi bagian dari semangat kita bersama,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengklaim capaian penting di sektor kebudayaan. Bupati menyebut sejumlah karya budaya lokal telah mendapatkan pengakuan negara sebagai warisan budaya tak benda.
“Kita tadi menyaksikan Tari Topeng Kaliwungu. Tari Topeng Kaliwungu ini adalah budaya tak benda yang dianugerahkan oleh Kementerian Kebudayaan. Jadi Jaran Kencak dan Tari Topeng Kaliwungu sudah dinyatakan menjadi warisan budaya tak benda yang harus dilindungi oleh negara,” katanya.
Tidak hanya itu, Lumajang juga menerima tiga sertifikat indikasi geografis dari pemerintah pusat.
“Bulan lalu saya kedatangan kementerian, tiga sertifikat diberikan untuk Lumajang. Sertifikat Indikasi Geografis untuk Pisang Emas Kirana, susu Kambing Senduro, dan ubi madu,” ujarnya.
Ia menegaskan, sertifikat tersebut merupakan bentuk perlindungan negara terhadap produk asli daerah.
“Apa itu indikasi geografis? Sertifikat Indikasi Geografis adalah perlindungan atas asal barang berdasarkan geografis. Jadi yang namanya Pisang Emas Kirana, susu kambing Senduro, dan ubi madu itu dilindungi oleh negara sebagai produksi dari Kabupaten Lumajang. Tidak boleh kabupaten atau kota lain yang mengaku, dan itu ada sanksi hukum,” kata Indah.
Meski demikian, deretan pengakuan tersebut belum otomatis menjawab persoalan hilirisasi dan penguatan nilai ekonomi di tingkat masyarakat.
“Ini juga potensi dan peluang bagaimana produksi-produk yang dihasilkan dari kreativitas masyarakat Lumajang harus terus kita kembangkan,” lanjutnya.
Indah juga menegaskan ambisi besar menjadikan Lumajang sebagai kota tujuan wisata.
“Saya ingin ke depan Lumajang menjadi kota tujuan wisata. Soalnya kalau sudah menjadi kota tujuan wisata, orang tidak hanya datang, tapi mereka akan mengeluarkan uangnya untuk membeli produk-produk yang ada di sini,” ujarnya.
Namun, tantangan sesungguhnya justru ada pada kesiapan pelaku ekonomi kreatif di daerah.
Menutup sambutannya, bupati juga menyinggung soal regenerasi kepemimpinan di Lumajang.
“Saya yakin ke depan Lumajang dipimpin oleh anak-anak muda. Ke depan anak-anak Lumajang yang harus memimpin, karena tokoh muda jauh lebih hebat yang akan membawa Kabupaten Lumajang,” katanya. (*)













