Lumajang, – Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengaku, terkejut saat pertama kali mengetahui adanya aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang diduga terjerat kasus narkoba. Informasi tersebut, menurut dia, justru diperoleh dari media, bukan dari laporan internal pemerintah daerah.

“Saya shock kemarin itu. Saya ini malah dikasih tahu media. Saya di-WhatsApp, ‘Bunda, apa betul ada staf DLH yang tertangkap narkoba?'” kata Indah saat memberikan keterangan, Jumat (1/5/2026).

Mendapat informasi tersebut, Indah mengaku langsung melakukan pengecekan. Ia memastikan kebenaran kabar itu sebelum kembali menghubungi pihak media yang menyampaikan informasi kepadanya.

“Saya cek dan ternyata benar. Saya hubungi lagi medianya, benar. Silakan tulis,” ujarnya.

Indah menegaskan, dirinya tidak akan menutup-nutupia kasus yang terjadi di lingkungan aparatur sipil negara, baik yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba maupun pelanggaran hukum lainnya sepertia korupsi. Ia bahkan mempersilakan media untuk mengungkap kasusa tersebut secaraA terbuka.

“Saya tidak akan menutup-nutupi apa yang terjadi dalam tubuh ASN. Apapun itu, baik narkoba maupun korupsi, silakan media mau tulis apapun,” katanya.

Menurut Indah, keterbukaan informasi menjadi bagian penting untuk membangun pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Ia menolak praktik pencitraan yang hanya menampilkan sisi baik tanpa mengakui adanya persoalan di internal birokrasi.

“Saya buka pintu lebar-lebar. Saya tidak maua pencitraan. Saya tidak mau dikatakan bahwa di tubuh ASN bersih, ternyata bobrok,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal tegas bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran hukum yang dilakukan oleh ASN. Indah memastikan, setiap kasus akan ditangani sesuai aturan yang berlaku.

“Tidak ada yang saya tutupi,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.