Probolinggo,– Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, kunjungan kerja ke dua sekolah menengah tingkat atas (SLTA) di Kota Probolinggo, Jumat (24/4/26) pagi.

Dua sekolah yang dikunjungi Zulhas, sapaannya, yakni SMAN 1 dan MAN 2 Kota Probolinggo. Jajaran Forkopimda Kota Probolinggo turut mendampingi kunjungan menteri berusia 63 tahun itu.

Dalam agendanya, Zulhas menyapa para siswa, berdialog ringan terkait pengetahuan bahan makanan, serta menanyakan langsung mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka terima.

“Jadi kunjungan saya ke Probolinggo ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan agenda mengecek pupuk, baik ketersediaan maupun harga, irigasi, harga gabah, SPPG yang harus sesuai standar, hingga penerima, yakni siswa, harus senang dengan menunya,” kata Zulhas.

Selain itu, Zulhas juga mengecek secara langsung menu MBG yang dibagikan di SMAN 1. Dari hasil peninjauan, ia memastikan bahwa makanan yang diberikan telah memenuhi standar gizi yang dibutuhkan oleh para pelajar.

Dalam kesempatan itu, eks Menteri Perdagangan kembali menegaskan bahwa menu MBG di SMAN 1 telah sesuai dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Zulhas berpesan kepada pihak sekolah agar tidak ragu menolak menu MBG jika tidak sesuai standar. Ia menekankan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab penuh terhadap kesehatan siswa.

“Saya minta kepada kepala sekolah, jika makanan yang dikirim tidak sesuai standar, maka sekolah bisa komplain. Sekali, dua kali, tiga kali, maka SPPG bisa ditutup,” tandasnya

“Namun sekolah jangan membuat konten ketika ada menu yang tidak standar,” Zulhas menambahkan.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin menjamin pihaknya akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas makanan program MBG yang disalurkan ke sekolah.

Sekolah, sambungnya, berhak menolak makanan jika ditemukan indikasi tidak layak konsumsi, seperti bau yang tidak normal atau tekstur yang buruk.

“Begitu ada indikasi, seperti bau yang tidak sesuai atau tekstur makanan yang tidak baik, sekolah berhak menolak,” wanti Wali Kota.

“Ini yang kita pastikan dan pantau terus. Laporannya setiap minggu kami minta dari sekolah untuk menjaga kemungkinan terjadinya keracunan makanan,” sampainya. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.