Probolinggo,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, kembali menggalakkan program Bike to Work (B2W) dengan bersepeda. Kebijakan ini diambil ditengah menguatnya wacana penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM).
B2W hari pertama dimulai dari kediaman Bupati Probolinggo, dr. Muhammad Haris di Desa Karangbong Kecamatan Pajarakan dan berakhir di Kantor Bupati Probolinggo di Jl. Panglima Sudirman Kraksaan, Senin (30/6/26).
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan bahwa program B2W bukanlah hal baru. Menurutnya, B2W telah menjadi bagian dari program pemerintahannya sejak awal menjabat.
“Alhamdulillah hari ini di hari pertama masuk full, kita sudah menggalakkan kembali bike to work. Jadi sebenarnya ini sudah sejak awal pemerintahan kita menjadi salah satu program kita,” kata Gus Haris, sapaan bupati.
Ia menambahkan, kunjungan ke tempat kerja bukan sekadar efisiensi energi. Lebih dari itu, juga sebagai upaya membangun gaya hidup sehat di kalangan aparatur sipil negara.
“Prinsip harapan kita tidak hanya sekedar berbicara efisiensi energi, tetapi juga bagaimana agar kita sehat, tidak mager (malas gerak, red) dan banyak hal positif yang bisa kita dapatkan dari sini,” beber Gus Haris.
Meski jarak tempuh dari kediamannya ke Kantor Bupati memakan jarak sekitar 7 kilometer, Gus Haris menilai hal itu masih dalam batas normal jika dilakukan secara rutin.
“Kalau lewat jalan ini hampir 7 kilometer, tapi tidak apa-apa. Jarak ini masih cukup normal selama kita terbiasa,” sampainya.
Ditopang Fasilitas Pendukung
Untuk mendukung program B2W, Pemkab Probolinggo telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung di masing-masing kantor, seperti tempat parkir sepeda, ruang ganti hingga fasilitas mandi.
“Fasilitas untuk ganti, toilet, untuk mandi dan lain sebagainya sudah disiapkan masing-masing OPD dan terutama di kantor Pemkab Probolinggo,” tutur kepala daerah kelahiran 51 tahun silam ini.
Gus Haris menyampaikan, sejatinya jalur sepeda di kawasan Kraksaan telah tersedia sejak awal pembangunan ibu kota Kabupaten Probolinggo.
“Jalur-jalur sepeda ini sudah ada di sekitar Kota Kraksaan. Ini fasilitas yang bisa dipakai bersama oleh pengendara, baik sepeda maupun kendaraan bermotor,” terangnya.
Ia berharap, B2W dapat dilakukan secara konsisten dan menjadi kebiasaan yang berkelanjutan di lingkungan Pemkab Probolinggo, sekaligus edukasi kepada masyarakat.
“Semoga ini bisa istiqomah. Artinya ini bukan sesuatu yang baru, makanya kita akan memastikan ini berjalan efektif kembali,” ia memungkasi. (*)













