Lumajang, – Kelangkaan elpiji 3 kilogram dikeluhkan sebagian warga Kabupaten Lumajang sejak sebelum Lebaran. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga, bahkan tidak dapat memasak saat momen Lebaran.

Anik, warga Lumajang mengaku, kesulitan mendapatkan elpiji sejak beberapa hari sebelum Lebaran. Hingga kini, tabung gas bersubsidi tersebut masih sulit ditemukan.

“Elpiji langka, mulai sebelum Lebaran sampai sekarang,” kata Anik, Selasa (24/3/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan Rohmah. Ia mengaku belum mendapatkan elpiji sejak sebelum Lebaran, sehingga tidak bisa memasak saat hari raya.

“Saya sekarang tidak punya elpiji, harapannya elpiji segera ada semua,” ujarnya.

Tak hanya warga, pedagang juga merasakan dampak kelangkaan tersebut. Munir, pemilik toko kelontong di Lumajang, menyebut stok elpiji di tokonya sudah kosong sejak sebelum Lebaran.

Menurutnya, banyak warga dari desa lain hingga kecamatan tetangga datang untuk mencari elpiji, namun tidak membuahkan hasil.

“Kasihan yang jauh-jauh, mereka sampai kehabisan bensin gara-gara mutar-mutar cari elpiji,” kata Munir.

Menanggapi keluhan tersebut, jajaran Polsek Pasirian melakukan pengecekan langsung ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Permata Energi Bumi Indonesia di Desa Madurejo, Kecamatan Pasirian.

Pengecekan dipimpin langsung Kapolsek Pasirian, Iptu Loni Roi Madhona bersama anggotanya untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi gas bersubsidi.

Dari hasil pemantauan, aktivitas pengisian elpiji di SPBE justru berjalan normal dan mengalami peningkatan signifikan menjelang Lebaran.

“Dari hasil monitoring kami, distribusi elpiji 3 kilogram di SPBE ini justru mengalami peningkatan. Jika sebelumnya pengisian berkisar 18 hingga 19 truk per hari, saat ini meningkat menjadi sekitar 30 truk per hari,” kata Loni.

Ia menjelaskan, setiap truk mengangkut sekitar 560 tabung elpiji, sehingga peningkatan tersebut menunjukkan adanya tambahan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, terdapat delapan agen yang melakukan pengisian di SPBE tersebut dan mendistribusikan elpiji ke berbagai wilayah di Lumajang. Khusus Kecamatan Pasirian, terdapat dua agen resmi, yakni PT Gas Selaras di Desa Condro dan PT. Garuda Gas di Desa Bago.

“Kami memastikan bahwa stok dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar. Tidak ada hambatan berarti di tingkat pengisian,” tambahnya.

Meski demikian, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menyikapi isu kelangkaan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Distribusi dalam kondisi aman dan akan terus kami pantau agar tetap terkendali,” pungkasnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.