Jember,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember diproyeksikan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga menjadi penggerak utama perekonomian daerah.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut, perputaran dana MBG di Jember diperkirakan mencapai sekitar Rp4 triliun per tahun, mendekati nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jember 2026 yang berada di kisaran Rp4,3 triliun.
Menurutnya, dana tersebut akan mengalir langsung ke sektor riil dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal, terutama di tingkat desa dan kelurahan.
“Dengan sekitar 270 dapur SPPG yang beroperasi, kami perkirakan bisa membuka kurang lebih 15 ribu lapangan kerja,” kata Fawait, saat rapat koordinasi Satgas MBG bersama SPPG se-Kabupaten Jember secara daring, Senin (2/3/26) malam.
Ia menjelaskan, dampak ekonomi MBG tidak hanya dirasakan oleh tenaga kerja dapur, tetapi juga petani, pelaku UMKM, hingga sektor distribusi bahan pangan.
“Produk petani terserap, UMKM tumbuh, dan roda ekonomi daerah bergerak. Ini dampak nyata yang ingin kita dorong,” ujarnya.
Meski demikian, Fawait menegaskan, besarnya manfaat ekonomi harus dibarengi dengan tata kelola yang tertib dan pengawasan yang ketat, agar program berjalan aman dan berkelanjutan.
Pj. Sekda Jember sekaligus Ketua Satgas MBG, Ahmad Helmi Luqman, mengungkapkan, hasil evaluasi lapangan masih menemukan sekitar 50 SPPG yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Beberapa dapur, kata Helmi, masih harus melakukan perbaikan, mulai dari kualitas air, infrastruktur dapur, hingga pemenuhan standar penyimpanan sampel makanan.
“Kontrol kualitas adalah hal yang tidak bisa ditawar. Satgas daerah terus melakukan pengawasan dan percepatan perbaikan agar seluruh SPPG memenuhi standar yang ditetapkan,” pungkasnya. (*)












