Lumajang, – Warga Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang terpaksa membangun tanggul pelindung secara swadaya. Hal itu setelah material lahar Gunung Semeru meluber hingga ke permukiman dan menimbun sedikitnya 16 rumah warga.

Muharto, warga Desa Jugosari mengatakan, pembuatan tanggul sebagai upaya darurat untuk mencegah lahar kembali masuk ke kawasan pemukiman warga.

“Buat tanggul pelindung dusun, kemarin itu sudah meluber ke pemukiman warga. Jadi kami berupaya membuatkan tanggul,” kata Muharto, Kamis (8/1/2026).

Upaya tersebut dilakukan dengan menyewa alat berat secara mandiri. Menurut Tarmidi, warga setempat, alat berat bantuan pemerintah sudah lama tidak tersedia karena telah ditarik sejak 20 Desember 2025.

“Yang dari pemerintah sudah ditarik sejak lama. Sekarang warga sewa sendiri, nunggu jam istirahat alat tambang baru bisa dipakai,” ujarnya.

Biaya sewa alat berat mencapai Rp500 ribu per jam. Untuk membangun tanggul darurat, alat berat tersebut digunakan selama lebih 30 jam kerja. Seluruh biaya diperoleh dari sumbangan warga serta donasi dari luar dusun.

“Kemarin bikin tanggul sekitar 30 jam. Dananya dari sumbangan, sambil menunggu donasi luar,” jelas Tarmidi.

Meski tanggul darurat telah dibangun, ia menyampaikan upaya tersebut belum cukup untuk menjamin keamanan jangka panjang. Ia berharap pemerintah dapat membangun tanggul permanen sebagai pelindung Dusun Sumberlangsep dari ancaman lahar Gunung Semeru.

“Warga meminta tanggul pelindung Dusun Sumberlangsep dibuat permanen,” pungkasnya. (*)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.