Probolinggo,– Suasana kawasan wisata Ranu Segaran, Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, terlihat penuh semarak, Minggu (9/11/25).

Ratusan penonton memenuhi tepian danau untuk menyaksikan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Arung Jeram Sprint Race 2025, yanh juga menjadi salah satu rangkaian wisata olahraga The Seven Lakes Festival 2025.

Sebanyak 34 tim dari 12 Pengurus Cabang FAJI (Federasi Arung Jeram Indonesia) se-Jawa Timur ikut berpartisipasi. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Banyuwangi, Blitar, Gresik, Lumajang, hingga Surabaya.

Seluruh peserta berlaga dalam dua kategori, putra dan putri, dengan pembagian kelas junior dan youth.

Deputi Event Director sekaligus Sekretaris FAJI Kabupaten Probolinggo, Ibrohim Afif (37) mengatakan, arung jeram di Ranu Segaran memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan lomba yang digelar di aliran sungai.

“Kalau di sungai ada arus yang membantu laju perahu, tapi di danau airnya datar. Jadi peserta harus mengandalkan tenaga murni untuk mendayung,” katanya.

Menurutnya, perlombaan ini menggunakan sistem gugur dengan jarak lintasan 300 meter bolak-balik. Setiap tim dituntut menampilkan kecepatan dan kekompakan terbaik untuk mencatat waktu tercepat.

Tim dengan waktu terbaik langsung melaju ke babak berikutnya hingga akhirnya keluar sebagai juara. Untuk memotivasi para peserta, panitia menyiapkan hadiah uang pembinaan dan trofi.

Rinciannya, juara 1 mendapatkan Rp 1.500.000, juara 2 Rp 1.000.000, dan juara 3 Rp 500.000. Namun bagi peserta, bukan soal hadiah yang menjadi tujuan utama, melainkan pengalaman dan tantangan baru dalam berkompetisi di danau eksotis alamiah.

Lebih dari sekadar ajang olahraga, Arung Jeram Sprint Race ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkenalkan potensi wisata air Ranu Segaran kepada masyarakat luas.

Ranu Segaran, yang dikenal sebagai danau alami dengan air jernih dan udara sejuk, kini menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kecamatan Tiris.

Lokasinya yang dikelilingi hutan dan pegunungan membuat tempat ini cocok untuk wisata petualangan seperti rafting, camping, maupun kayaking.

“Kami ingin Ranu Segaran tidak hanya dikenal sebagai tempat wisata alam, tapi juga pusat kegiatan olahraga air di Jawa Timur. Potensinya besar dan masih bisa dikembangkan,” tegasnya.

Salah satu peserta muda dari FAJI Banyuwangi, Pahala Azalea Pramesti (14), mengaku sangat antusias meski sempat merasa gugup di awal perlombaan.

“Agak deg-degan tapi seru banget. Ini pertama kali saya ikut lomba di Kabupaten Probolinggo. Biasanya saya main di Glenmore, waktu itu sempat juara umum,” ujarnya.

Senada dengan itu, rekannya Valentina Febrianti (19) juga mengaku terkesan dengan suasana danau yang tenang namun menantang.

“Asyik banget, suasananya beda dari biasanya. Kalau di pantai Tumpak Sewu, arusnya besar dan bergelombang. Tapi di sini justru menantang karena harus murni pakai tenaga,” pujinya. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.