Lumajang, – Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan, meskipun ongkos politik kemarin sangat besar, dirinya tidak berpikiran untuk mengembalikan dana cost politik yang sudah banyak keluar di Pilkada.

“Saya dan Mas Wabup tidak akan pernah punya pikiran mengembalikan dana cost politik. Di zaman saya dan Mas Wabup, mulai hari ini hentikan yang punya karakter korupsi,” kata wanita yang akrab disapa Bunda Indah itu, Senin (3/3/25).

Ia mengingatkan kepada seluruh ASN untuk tidak terlibat dalam praktik gratifikasi dan korupsi, terutama dalam pengelolaan data pendidikan.

“Apalagi guru-guru yang mengurusi Dapodik, terus diminta uang. Awas kalau terjadi,” ungkapnya.

Dari Dinas Pendidikan, kata dia, ada tiga kepala sekolah yang membayar dengan uang tunai untuk menjadi naik jabatan.

“Saya bilang cari dan data lagi siapa yang menjabat dengan berbayar. Ngaku saja tidak apa-apa. Tidak akan saya turunkan. Saya hanya ingin tahu,” tegasnya.

“Saya berharap agar tidak ada lagi praktik bayar-membayar dalam jabatan pemerintahan, dan menekankan pentingnya integritas dalam pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat Lumajang,” tambahnya.

Mengingat bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, tentu harus disesuaikan dengan situasi. Oleh karenanya, tentu garis-garis besar yang disampaikan bahwa, tak ada lagi sikat-menyikat.

“Pilkada sudah selesai, kita tutup buku sekarang. Tidak ada pelayanan yang melakukan diskriminasi, semua harus dilayani dengan baik. Kita bekerja bersama-sama untuk melayani rakyat,” pungkasnya. (*)

 

 


Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Keyra


Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.