Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Peristiwa · 20 Sep 2021 15:17 WIB

Penjual Kerai Bambu Keliling Tetiba Meninggal, Keluarga Kaget


					Penjual Kerai Bambu Keliling Tetiba Meninggal, Keluarga Kaget Perbesar

DRINGU,- Penjual kerai (tirai) bambu bernama Syafi’i (45), ditemukan meninggal di depan rumah warga di Dusun Langgaran, Desa Kalisalam, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Senin siang (20/9/21). Dugaan sementara, korban meninggal karena terkena serangan jantung.

Kapolsek Dringu, Iptu Bagus Purnomo mengatakan, sebelum korban meninggal, pria kelahiran Lampung yang tinggal Dusun Manis, Desa Lawean, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo itu berkeliling kampung guna menjual kerai bambu seperti biasanya.

Sapi’i menjual kerai keliling dengan mengendarai Suzuki Smash biru. Namun sesampainya di lokasi, ia tetiba gagal mengendalikan laju kendaraan dan terjatuh tidak sadarkan diri.

“Setelah mendapat laporan, kita langsung mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) dan memintai keterangan saksi. Dari keterangan saksi, bahwa korban ini tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri,” ujar Bagus.

Setelah melakukan olah TKP, polisi dibantu warga lantas membawa jenazah ke kamar mayat RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Dari hasil pemeriksaan tim medis rumah sakit, diduga kuat korban meninggal akibat serangan jantung.

“Setelah dipastikan meninggal karena sakit (jantung), kita langsung menghubungi pihak keluarga yang tinggal di Lawean, agar jasad korban segera dimakamkan,” imbuh mantan Kapolsek Gading ini.

Dikonfirmasi terpisah, istri korban Mahesa menyebut bahwa suaminya tidak memiliki riwayat sakit jantung. Bahkan sebelum berangkat kerja pun, Syafi’i tidak mengeluhkan rasa sakit apapun.

“Saya dan suami sudah tujuh tahun tinggal di Probolinggo. Suami saya setiap harinya jualan kerai dan saya kaget ketika suami saya meninggal (akibat serangan jantung) karena tidak punya riwayat sakit,” curhat Mahesa. (*)

Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Albafillah

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar Baru Pandaan Akan Direlokasi

29 Agustus 2025 - 17:38 WIB

Brak! Atap Kelas SMAN 1 Tiris Ambruk saat Jam Pelajaran, Puluhan Siswa Tertimpa

29 Agustus 2025 - 15:45 WIB

Bikin Geger! Ular Piton 3 Meter Masuk ke Rumah Warga di Mayangan

29 Agustus 2025 - 14:59 WIB

Kebakaran Landa Pasar Baru Pandaan, Puluhan Lapak Terbakar

29 Agustus 2025 - 04:45 WIB

Truk Muat 10 Ton Beras Tergelincir ke Sungai Bondoyudo Lumajang

28 Agustus 2025 - 18:33 WIB

DPO Curanmor Korban Ledakan Bondet di Pasrepan Meninggal Dunia

27 Agustus 2025 - 16:18 WIB

Gudang Mebel di Pasuruan Hangus, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

26 Agustus 2025 - 14:52 WIB

Bakar-bakar Sampah Hanguskan Kandang, 4 Ekor Kambing Mati Terpanggang

24 Agustus 2025 - 19:37 WIB

Terlindas Truk Tebu, Pemotor di Jalur Pantura Pajarakan Tewas

24 Agustus 2025 - 16:12 WIB

Trending di Peristiwa