Pasuruan,- Kebakaran hutan di kawasan Gunung Arjuno dan Gunung Ringgit, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, hingga Senin (19/10/2026) belum berhasil dipadamkan. Puluhan titik api masih terpantau di sejumlah kawasan, sementara upaya pemadaman masih mengandalkan jalur darat.

Berdasarkan pantauan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, sedikitnya 27 titik api tersebar di sejumlah lokasi.

Titik kebakaran tersebut di antaranya berada di Blok Rangsang, kawasan Sawahan Kesek menuju Pondokan, hingga wilayah Gunung Ringgit.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, membenarkan bahwa kebakaran masih berlangsung di sejumlah titik di kawasan tersebut.

“Apinya belum padam. Pemadamannya ditempuh dengan jalur darat,” kata Agustiningtyas, Senin (19/10/26).

Ia menjelaskan, data puluhan titik api tersebut merupakan hasil pemantauan hingga Minggu (18/10/2026).

Sementara itu, luas kawasan yang terdampak kebakaran belum dapat dipastikan karena proses pemadaman masih berlangsung.

“Jumlah hotspot-nya ada 27 titik api. Luas yang terbakar belum diketahui, masih proses pemadaman,” jelasnya.

Kebakaran tersebut sebagian besar melalap vegetasi berupa alang-alang, semak belukar, serta pohon cemara gunung.

Kondisi ini membuat petugas gabungan masih harus berupaya mengendalikan api agar tidak terus menjalar ke kawasan sekitarnya.

Dalam proses penanganan, petugas mengoptimalkan pemadaman secara manual melalui jalur darat.

Upaya tersebut dilakukan dengan membuat sekat bakar (firebreak) untuk membatasi pergerakan api, sekaligus memadamkan kobaran di titik-titik yang masih dapat dijangkau petugas.

Hingga kini, pemadaman belum didukung armada helikopter untuk melakukan pengeboman air (water bombing).

Oleh karena itu, penanganan kebakaran masih bertumpu pada upaya petugas di lapangan.

“Water bombing belum ada. Kami optimalkan pemadamannya jalur darat,” Agustiningtyas menegaskan. (*)


Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.