Probolinggo,- Setelah menjalani perawatan selama sekitar 5 hari, Munawi, korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, meninggal dunia pada Senin (19/10/26).
Munawi, warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 15.00 WIB.
Korban merupakan anggota Masyarakat Mitra Polhut (MPP) yang turut membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo pada Kamis (15/10/2026).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan kondisi Munawi sempat menurun hingga harus mendapatkan transfusi darah selama menjalani perawatan.
“Tadi, saya mendapat kabar korban meninggal dunia saat hendak pulang dari BPBD Provinsi. Kemudian, saya langsung menuju RSUD dr. Soetomo,” kata Oemar.
Ia menjelaskan, seluruh biaya administrasi dan kebutuhan penanganan jenazah korban telah ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, termasuk penyediaan ambulans.
“Saat ini korban akan dibawa ke kamar jenazah. Nanti, kami dari BPBD juga akan mengawal kepulangan jenazah,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Tongas, dr. Catur Prangga Wadana menyebut, berdasarkan laporan yang diterimanya pada Jumat (16/10/26), kondisi Munawi sempat dinyatakan stabil setelah menjalani operasi pencangkokan kulit.
Menurutnya, selain mengalami luka bakar yang luas, kedua korban juga mengalami dampak serius pada saluran pernapasan.
Namun setelah menjalani operasi, kondisi Suraji justru dilaporkan tidak stabil.
“Tadi saya mendapat informasi dari Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Pak Munawi sudah bisa dijenguk setelah mendapat perawatan. Namun, saya kembali mendapat informasi sekitar pukul 15.00 WIB bahwa Pak Munawi dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.
Dengan meninggalnya Munawi, kini tinggal Suraji, korban lain dalam insiden karhutla Bromo yang masih menjalani perawatan di RSUD dr. Soetomo, Surabaya. (*)












