Pasuruan,- Sepanjang tahun 2025, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasuruan Kota mencatat adanya 188 kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah itu, 44 orang harus meregang nyawa, sementara 29 lainnya mengalami luka berat dan 238 orang luka ringan.

Wakapolres Pasuruan Kota, Kompol Yokbeth Wally, menyebut bahwa meski jumlah kecelakaan masih signifikan, tren kecelakaan sepanjang tahun mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

“Sepanjang 2025, tercatat 44 orang meninggal dunia, 29 orang luka berat dan 238 orang luka ringan,” kata Yokbeth, Kamis (1/1/26).

“Angka ini memang masih tinggi, namun secara keseluruhan, jumlah kecelakaan menurun 51,83 persen dan angka fatalitas turun 60 persen, kehilangan nyawa tetap menjadi perhatian serius kami,” imbuhnya.

Tidak hanya korban jiwa, ratusan peristiwa kecelakaan yang terjadi di jalanan Pasuruan tersebut juga menimbulkan kerugian materiil. Polisi mencatat total kerugian materiil akibat kecelakaan sebanyak Rp497.650.000.

Yokbeth menegaskan, pihaknya terus gencar mengedukasi masyarakat soal keselamatan berkendara. Beragam sosialisasi telah dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran agar pengendara selalu mengutamakan keselamatan di jalan.

Berdasarkan data kepolisian, pelanggaran lalu lintas paling banyak dilakukan pengendara sepeda motor, mencapai 5.524 orang. Sebagian besar pelanggaran terkait ketidakpatuhan dalam memakai helm.

“Hal ini menjadi perhatian serius. Tahun ini, 2.100 pengendara motor terjaring tilang karena tidak memakai helm. Padahal helm adalah salah satu elemen utama keselamatan berkendara,” Yokbeth menegaskan.

Selain itu, sebagian besar kecelakaan disebabkan kelalaian pengendara atau kurang berhati-hati saat di jalan.

“Kami selalu menekankan kepada masyarakat, patuhi aturan lalu lintas, prioritaskan keselamatan, dan berhati-hati setiap saat saat berkendara,” wantinya. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.