Pasuruan,- Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Malang–Surabaya, tepatnya di Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Kamis (15/10/26) dini hari.
Seorang pengendara motor Honda Beat asal Jakarta Selatan meninggal dunia setelah terjatuh dan tertabrak truk Hino.
Korban diketahui bernama Athario Fauzan (20), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB saat korban melaju dari arah Malang menuju Surabaya.
Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, menjelaskan, kecelakaan bermula ketika korban berupaya mendahului kendaraan truk yang berada di depannya.
Namun, karena pandangan ke depan kurang bebas, sepeda motor korban justru bersenggolan dengan kendaraan tersebut hingga terjatuh ke sisi kanan jalan.
Nahas, pada saat bersamaan, sebuah truk Hino tractor head bernomor polisi L 8991 UO yang melaju searah menabrak korban.
“Sekitar pukul 04.00 kendaraan sepeda motor Honda Beat berjalan dari arah Malang menuju Surabaya. Kemudian di tempat kejadian tersebut akan mendahului kendaraan truk,” ujar Joko.
Ia menyebut, korban diduga kurang berhati-hati saat berupaya mendahului kendaraan di depannya.
“Karena kurang hati-hatinya, pandangan depan kurang bebas, akhirnya tersenggol kendaraan yang di depannya. Kemudian kendaraan terjatuh ke kanan dan tertabrak kendaraan truk,” imbuhnya.
Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban luka serius pada bagian dahi dan kaki serta pendarahan hebat pada telinga.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek, Porong.
Sementara itu, sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AG 2943 ZY yang dikendarai korban mengalami kerusakan parah.
Polisi juga menelusuri keberadaan truk yang diduga bersenggolan dengan sepeda motor korban sebelum terjatuh. Kendaraan tersebut dilaporkan meninggalkan lokasi kejadian.
“Korban meninggal dunia di TKP, dibawa ke Rumah Sakit Pusdik Sabhara Porong. Dan sepeda motor mengalami rusak parah. Saat ini untuk laka lantas ditangani oleh Satlantas Polres Pasuruan,” pungkas Joko. (*)












