Probolinggo,— Kondisi truk pengangkut sampah yang bagian belakang baknya karat dan berlubang saat melintas di jalur Pantura Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menjadi perhatian pengguna jalan.

Salah satu pengguna jalan, Ima (21), menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi armada pengangkut sampah yang ia nilai sudah tidak layak tersebut.

Menurut Ima, bagian belakang kendaraan yang berlubang dan keropos tentu berbahaya, terutama ketika kendaraan membawa muatan sampah dan melintas di jalan yang ramai dilalui pengendara.

“Khawatir aja ada truk pengangkut sampah yang sudah bolong dan keropos masih digunakan. Ketika bermuatan sampah, tentu dapat membahayakan pengendara yang berada di belakangnya,” ungkap Ima, Selasa (6/10/26).

Ia berharap kendaraan yang kondisinya memang sudah tidak layak digunakan tidak dipaksakan beroperasi sebelum dilakukan perbaikan.

“Kalau memang sudah tidak layak pakai, jangan digunakan kan membahayakan sesama pengendara,” ujar Ima.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Roby Siswanto, memilih bungkam saat dikonfirmasi via pesan pribadi WhatsApp (WA).

Konfirmasi yang disampaikan mencakup apakah kendaraan tersebut merupakan armada milik atau yang dioperasikan DLH Kabupaten Probolinggo, termasuk identitas dan status operasionalnya.

Kepala DLH juga dimintai penjelasan mengenai kondisi bagian belakang bak kendaraan, sejak kapan kerusakan tersebut diketahui, serta apakah armada masih dinyatakan layak beroperasi dalam kondisi seperti yang terlihat di lapangan.

Selain itu, DLH dimintai keterangan mengenai pemeriksaan rutin terhadap bak, penutup, dan kelayakan armada sebelum kendaraan digunakan untuk mengangkut sampah.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Ali Rifqi Mubarok, ketika dikonfirmasi terkait aspek keselamatan lalu lintas dari kendaraan pengangkut sampah di jalur pantura, juga memilih tidak bersuara.

Konfirmasi antara lain menyangkut kondisi bak kendaraan yang berlubang atau terbuka dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan, serta ketentuan keselamatan kendaraan yang beroperasi di jalan umum.

Kondisi truk sampah yang tetap beroperasi meski membahayakan pengguna jalan dan mencemari lingkungan, menjadi ironi ditengah belanja besar yang digelontorkan oleh DLH Kabupaten Probolinggo tahun ini.

Berdasarkan data realisasi dan dokumen paket pengadaan DLH Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2026, anggaran yang dibelanjakan untuk penanganan kebersihan, pengelolaan persampahan di TPA/TPST/SPA, serta pemeliharaan sarana prasarana penunjang, tembus Rp1,81 miliar. (*)


Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.