Probolinggo,— DPD Partai Golkar Kabupaten Probolinggo meminta Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), memperluas struktur kepengurusan organisasi hingga tingkat desa.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata menggaet pemilih dari kalangan generasi milenial dan Gen Z yang diproyeksikan mendominasi peta demografi pemilih.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Probolinggo, Oka Mahendra Jati Kusuma, menegaskan bahwa kelompok pemilih potensial di bawah usia 45 tahun diperkirakan mencapai 60 persen dari total pemilih pada kontestasi politik mendatang.
“Untuk pemilu yang akan datang, pemilih potensial yang usianya di bawah 45 tahun itu seharusnya ada di 60 persen pemilih. Oleh karenanya sangat besar sekali potensinya untuk bisa meraup suara anak-anak muda,” ujar Oka, Rabu (30/9/26) siang.
Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela agenda Silaturahmi & Ngopi Bareng AMPG Kabupaten Probolinggo yang mengusung tema ‘Toleransi dan Keberagaman dalam Melawan Intoleransi serta Ujaran Kebencian di Dunia Maya’.
Oka menjelaskan, keberadaan AMPG sebagai badan sayap kepemudaan Partai Golkar memegang peranan krusial untuk menjadi wadah kreativitas dan penampung aspirasi generasi muda di daerah.
Menurutnya, partai politik tidak boleh memandang sebelah mata terhadap peran serta kontribusi generasi muda.
“AMPG ini adalah Angkatan Muda Partai Golkar. Kita butuh suatu organisasi yang mewadahi kegiatan teman-teman Gen Z. Jadi tidak boleh dipandang remeh eksistensinya, PR-nya memang Golkar tidak boleh memandang sebelah mata terhadap kontribusi anak-anak muda,” tegasnya.
Guna memaksimalkan potensi tersebut, Oka menginstruksikan agar pembentukan kepengurusan AMPG tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten, melainkan menjangkau hingga ke tingkat desa secara terstruktur.
“AMPG harus membentuk kepengurusan secara struktural. Kalau di kabupaten sudah ada, perintahnya memang harus dibentuk sampai di tingkat desa karena nanti itu akan menjadi bagian dari pemenangan Golkar,” pungkas Oka. (*)












