Lumajang,- Ancaman banjir lahar hujan dari Gunung Semeru kini bisa diantisipasi melalui pengembangan sistem peringatan dini berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang bersama Tim Smart-EWS Semeru BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo tengah mengembangkan aplikasi PANDAWA.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan koordinasi pengembangan PANDAWA dilakukan untuk memperkuat sistem peringatan dini terhadap potensi banjir lahar hujan.
“Khususnya di wilayah yang berpotensi terdampak aliran material vulkanik Gunung Semeru,” kata Isnugroho, Jumat (4/9/26).
Dijelaskannya, Tim Smart-EWS Semeru BMKG memperkenalkan PANDAWA sebagai sistem peringatan dini yang memanfaatkan teknologi AI dan aplikasi WhatsApp (WA).
“Sistem tersebut dirancang untuk memantau sejumlah parameter cuaca, terutama curah hujan dan arah angin,” ucap dia.
Data tersebut menjadi bagian penting dalam mendeteksi kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan ancaman banjir lahar hujan di lereng Semeru.
“Nah, apabila sistem mendeteksi indikasi cuaca ekstrem atau kondisi yang berpotensi meningkatkan ancaman, PANDAWA dapat mengirimkan notifikasi atau peringatan dini secara otomatis melalui grup WhatsApp,” jelasnya.
Dengan mekanisme tersebut, informasi peringatan diharapkan dapat diterima pihak-pihak terkait secara lebih cepat.
“Sehingga langkah dan respons terhadap potensi ancaman bencana dapat segera dilakukan,” Isnugroho memungkasi. (*)












