Surabaya,– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya, merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Jawa Timur dan sekitarnya pada hari ini, Minggu (5/7/26)
Secara umum, langit kelabu diprediksi absen dan digantikan oleh cuaca cerah yang mendominasi sepanjang hari. Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tidak lengah terhadap beberapa dinamika cuaca lokal.
Dinamika Cuaca Darat: Cerah Berpeluang Hujan, Waspada Kabut Malam
Aktivitas luar ruangan di pagi hingga sore hari dipastikan akan berjalan dinamis. Langit Jawa Timur diprakirakan cerah, meski masih terdapat peluang terjadinya hujan ringan di beberapa titik wilayah secara acak.
Perubahan signifikan justru patut diwaspadai saat matahari terbenam. Memasuki malam hingga dini hari, potensi turunnya kabut atau asap cukup tinggi.
Kondisi ini dapat mengurangi jarak pandang secara drastis, sehingga para pengendara diimbau untuk lebih memprioritaskan keselamatan berkendara.
Berikut adalah detail indikator udara hari ini:
● Suhu Udara: Berkisar antara rentang ekstrem 11 °C hingga 35 °C.
● Kelembapan Udara: Berada di angka 44% hingga 100%.
● Pergerakan Angin: Bertiup dari arah Timur Laut dengan kecepatan berkisar 5–34 km/jam.
Laporan Maritim: Kondisi Gelombang dan Kecepatan Angin Perairan
Bagi pelaku aktivitas bahari, BMKG Maritim juga telah mengeluarkan prakiraan cuaca perairan Jawa Timur yang berlaku selama 24 jam ke depan. Secara umum, seluruh wilayah perairan terpantau cerah berawan dengan angin yang bertiup dominan dari arah Timur.
Namun, tinggi gelombang di beberapa titik menunjukkan grafik yang bervariasi sehingga kewaspadaan patut dilakukan oleh nelayan.
Selat Madura tergolong rendah dan aman, dengan tinggi gelombang berkisar antara 0,5–1,3 meter.
Adapun laut Jawa bagian timur, gelombang sedikit lebih tinggi di angka 0,8–1,6 meter, dengan dorongan angin kencang yang mencapai hingga 57 km/jam.
Sementara perairan selatan Jawa Timur menjadi wilayah dengan kerawanan tertinggi, dimana tinggi gelombang dapat mencapai 1,3–2,5 meter.
BMKG meminta para nelayan dan pengguna jasa pelayaran, khususnya yang beraktivitas di wilayah perairan selatan, untuk selalu memeriksa kesiapan armada dan memperhatikan aspek keselamatan secara ketat sebelum memutuskan untuk melaut. (*)












