Probolinggo,– Usai Upacara Yadnya Kasada, masyarakat Suku Tengger bersama petugas gabungan, menggelar kegiatan sosial berupa bersih-bersih kawasan Gunung Bromo, Selasa (2/6/26) siang.

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimka Sukapura, TNI/Polri, TNBTS, warga, perwakilan desa penyangga Bromo, pelaku jasa wisata, serta komunitas peduli lingkungan.

Para peserta dibagi menjadi beberapa tim dan disebar ke sejumlah lokasi untuk membersihkan sampah. Area yang menjadi sasaran pembersihan meliputi pintu masuk Cemorolawang, Lautan Pasir, Pura Luhur Poten, dan kawasan Kawah Bromo.

“Pembersihan sampah ini difokuskan di seluruh area Bromo. Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian dibawa ke Tempat Penampungan Sampah (TPS) untuk penanganan lebih lanjut,” kata Kapolsek Sukapura, AKP Ardhi Bita Kumala.

Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut, petugas dan relawan mengumpulkan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, pembungkus makanan, hingga sampah organik.

Sampah plastik masih menjadi jenis sampah yang paling banyak ditemukan. Mulai bekas wadah air mineral, bungkus snack hingga kantong plastik.

“Harapan saya, setelah Bromo dibersihkan, para wisatawan yang datang tidak membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga kelestarian kawasan Bromo,” imbuh AKP Ardhi.

Anggota Forum Sahabat Gunung, Gondo Andono menyebut, bersih-bersih Bromo selalu dilakukan setelah Upacara Yadnya Kasada dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk warga setempat.

“Total sampah yang berhasil kami kumpulkan sekitar dua ton, berbagai jenis. Sampah diangkut menggunakan tiga truk milik Pemkab Probolinggo dan selanjutnya dibawa ke TPS,” ujarnya. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.