Pasuruan, – Pemerintah Kota Pasuruan mulai memperkuat basis data di tingkat bawah. Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, mencanangkan program Kelurahan Cinta Statistik bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan LPM ITS di ruang pertemuan PKK, Senin (20/4/2026).

Program ini diarahkan untuk membenahi kualitas data kelurahan agar lebih akurat dan terpadu. Data tersebut nantinya menjadi rujukan utama dalam penyusunan kebijakan, terutama yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan.

“Kalau datanya tidak tepat, kebijakan juga bisa meleset. Karena itu, data harus benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan,” kata Adi

Ia menilai, penguatan literasi statistik di masyarakat penting agar proses pendataan tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menghasilkan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan.

Sejak berjalan pada 2022, program ini telah menjangkau 15 kelurahan atau sekitar 44 persen dari total wilayah di Kota Pasuruan. Tahun ini, tiga kelurahan yang menjadi fokus pengembangan yakni Pohjentrek, Gadingrejo, dan Mandaranrejo.

Pemkot menargetkan seluruh 34 kelurahan bisa masuk dalam program tersebut. Dengan basis data yang lebih rapi dan valid, pemerintah berharap penyaluran bantuan maupun program sosial lainnya bisa lebih tepat sasaran.

Adi menegaskan, selain akurat, proses pendataan juga harus dilakukan secara jujur dan bertanggung jawab.

“Data ini bukan sekadar angka, tapi dasar kebijakan yang berdampak langsung ke masyarakat,” ujarnya. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.