Probolinggo,- Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo tidak menggunakan LPG 3 Kilogram (kg) atau gas melon.

Sebab menurut Gus Haris, sapaannya, gas melon hanya diperuntukkan kepada masyarakat yang memenuhi kategori rumah tangga miskin, petani sasaran, nelayan sasaran dan pelaku usaha mikro.

“Saya atas nama kepala pemerintahan Kabupaten Probolinggo mengimbau teman-teman ASN agar secara bijak kiranya tidak menggunakan LPG 3 kilogram juga masyarakat yang mampu ya,” kata Gus Haris.

Selain itu, ia juga mewanti-wanti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Probolinggo, menggunakan gas melon untuk kebutuhan operasional pemenuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Teman-teman SPPG dimohon dengan bijak juga agar tidak menggunakan LPG 3 kilogram, ini warning. Nanti kita akan cek agar tidak sampai terjadi,” tambahnya.

Sejak keluhan warga perihal gas melon muncul, Pemkab Probolinggo sebut Gus Haris, telah berkoordinasi intensif dengan Pertamina untuk menambah suplai dan memperlancar distribusi LPG 3kg.

Namun, setiap penambahan kuota, belum juga mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan. “Berapa pun penambahan itu selalu terasa kurang dan tidak mencukupi,” ungkapnya.

Selama sepekan ini, dijelaskan Gus Haris, Pemkab Probolinggo telah bekerja keras dengan menggelar sidak ke pangkalan, agen dan titik-titik distribusi untuk memastikan stok dan harga LPG 3kg normal. Bahkan sidak dilakukan serentak di 24 kecamatan sekaligus.

“Kami menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan sidak dan sweeping terkait distribusi LPG, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tutur Gus Haris.

Gus Haris memastikan tidak akan memberikan toleransi kepada pihak-pihak yang sengaja melakukan penimbunan atau praktek-praktek lain yang berimbas pada kelangkaan pasokan dan kenaikan harga LPG 3 kilogram di Kabupaten Probolinggo.

“Saya tidak akan memberikan toleransi kepada siapapun yang mencoba memanfaatkan keberadaan LPG 3 kilogram ini akhirnya menjadi langka dan mahal,” wanti kepala daerah kelahiran 27 September 1974 ini.

Sales Branch Manager (SBM) Gas Pertamina Malang V, Faisal Fahd menjelaskan, pasokan LPG 3kg ke wilayah Kabupaten Probolinggo sejatinya mencapai 436 ribu sejak awal April 2026.

Proses distribusi terus berjalan tidak ada kendala, termasuk 34 ribu tabung yang hari ini, Kamis (16/4/26), disalurkan. Ia menyebut, kelangkaan gas melon dipengaruhi oleh dua hal.

“Pertama, masyarakat melakukan ‘panic buying, kedua ulah spekulan sehingga ketersediaan LPG 3 kilogram tidak stabil,” bebernya.

Sebagai solusi, ia menyiapkan operasi pasar di tiap-tiap titik kelangkaan di Kabupaten Probolinggo. “Jumlahnya akan disesuaikan dengan kebutuhan,” sampainya. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.