Lumajang, – Pembangunan Jembatan Curah Maling dan Curah Kebo di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang hampir rampung.
Jembatan yang menjadi penghubung vital antar kecamatan ini mulai dibangun kembali pada Kamis, 30 Oktober 2025. Sebelumnya jembatan itu putus akibat hujan lebat, banjir, dan longsor pada 19 September 2025.
Gubernur Jawa Timur, Indar Parawansa meninjau langsung lokasi pembangunan pada Jumat, 12 Desember 2025. Proses pembangunan jembatan kali ini menggunakan model jembatan bailey, yaitu, rangka baja pra-fabrikasi yang bersifat portabel dan bisa dibongkar pasang.
“Lalu ini kan atasnya beli, beli itu kita pesan jadi, jadi yang biasanya butuh waktu itu fondasinya. Kemudian beronjong-beronjongnya. Jika kalian lihat, yang tadi itu beronjongnya kurang sedikit, lalu ini fondasinya selesai,” katanya, Jumat (12/12/2025).
Metode ini memungkinkan percepatan pembangunan tanpa mengurangi kekuatan struktural, sehingga warga dan pelaku usaha dapat kembali menikmati akses yang aman lebih cepat. Hingga 10 Desember 2025, progres pekerjaan telah mencapai 78,27 persen.
Ditegaskan proyek ini berjalan sesuai rencana dan menargetkan penyelesaian pada 31 Desember 2025. “Insya Allah, jembatan ini akan selesai tepat waktu dan dapat segera digunakan,” tuturnya.
Menurut Khofifah, keberadaan jembatan ini sangat penting untuk memperlancar konektivitas masyarakat. Selain itu, jembatan ini diharapkan mendukung aktivitas ekonomi, distribusi barang dan jasa, serta akses pendidikan di kedua kecamatan.
“Mudah-mudahan konektivitas masyarakat di sektor ekonominya, jasa, barang, pendidikan, mudah-mudahan semua menjadi lancar,” pungkasnya. (*)











