Lumajang,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang masyarakat untuk tetap mewaspadai aktifitas Gunung Semeru yang kondisinya cenderung fluktuatif.

Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi mengatakan, meskip saat ini musim kemarau, masyarakat harus mewaspadai bahaya sekunder dari jutaan kubik sedimentasi yang ada di aliran lahar Gunung Semeru.

Menurutnya, awan gelap masih sering terlihat diatas puncak Gunung Semeru yang menandakan bahwa di puncak mahameru masih sering terjadi hujan.

“Meskipun musim kemarau bukan berarti masyarakat bisa bebas beraktivitas di sungai aliran lahar Gunung Semeru,” kata Patria, Senin (8/8/2022).

Patria menyampaikan, para penambang yang melakukan aktivitas di aliran sungai lahar, harus lebih aktif untuk mengecek setiap perubahan cuaca yang terjadi di sekitar Gunung Semeru.

“Saat ini kami menyiagakan personil di sungai Curah Kobokan selama 24 jam. Nah, masyarakat yang melihat puncak Gunung Semeru gelap, maka segera beri tahu teman-temannya yang sedang beraktifitas di sekitar aliran lahar tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, dari laporan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Semeru, diketahui bahwa gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu setiap hari masih kerap memuntahkan letusan disertai asap berwarna putih kelabu.

Adapun ketinggian asap letusan berkisar sekitar 200 meter hingga 700 meter dari puncak mahameru. (*)

 

Editor: Efendi Muhamad

Publisher: Zainul Hasan R

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.