Menu

Mode Gelap
Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos Modus Jual Beli Mobil Berkedok Kredit, Guru di Lumajang Terjebak Skema Tipu Daya Teman Sendiri Brak! Atap Kelas SMAN 1 Tiris Ambruk saat Jam Pelajaran, Puluhan Siswa Tertimpa Bikin Geger! Ular Piton 3 Meter Masuk ke Rumah Warga di Mayangan Kasus Campak Melonjak di Jember, Pencegahan Terhambat Imunisasi Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare

Peristiwa · 8 Jul 2022 19:24 WIB

Dua Hari Jelang Idul Adha, Jagal Qurban Masih ‘Nganggur’


					Dua Hari Jelang Idul Adha, Jagal Qurban Masih ‘Nganggur’ Perbesar

Krejengan,- Dua hari jelang Hari Raya Adha, tukang jagal di Kabupaten Probolinggo masih sepi ‘job’. Penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kulit (PMK) membuat pemotongan hewan kurban anjlok.

Seperti yang dituturkan Ahla (70) warga Dusun Darungan, Desa Opo opo, Kecamatan Krejengan. Menurutnya, masyarakat di sekitar rumahnya tidak berani untuk berqurban lantaran takut daging hewan qurban mengandung virus PMK.

“Biasanya banyak yang qurban, gara gara PMK ini orang sini gak ada yang qurban. Seperti sekarang ini saya biasanya sudah nyembelih paling sedikit lima ekor sapi dan kambing, tapi sekarang ini saya belum nyembelih satupun,” kata Ahla, Jum’at (8/7/22).

Kondisi serupa terjadi di Rumah Potong Hewan (RPH) Krejengan. RPH yang biasanya penuh hewan qurban mendekati Idul Adha, saat ini tampak melompong.

Medik Veteriner Muda Dinas Peternakan (Disperta) Kabupaten Probolinggo Nicolas Nuryulianto mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya, hewan qurban yang akan disembelih di RPH Krejengan hanya sebanyak 20 ekor.

“Dari masjid Arraudloh Kraksaan, menyembelih hewan qurbannya di RPH kami sebanyak ekor 5 sapi dan 15 ekor kambing yang akan disembelih di RPH kami,” papar Nicolas.

Pejagal asal Kecamatan Gading, Dauk (31) mengakui jasa jagal saat ini tengah lesu. Penyebabnya, masyarakat masih takut untuk mengkonsumsi daging sapi dan kambing lantaran khawatir terdampak penyebaran virus PMK.

“Ya namanya juga orang awam meskipun pemerintah mau bilang beberapa kali daging aman dikonsumsi ya percuma. Ya mau gimana lagi, saya cuman motong satu ekor kambing itupun punya saya sendiri, saya yang qurban,” curhatnya. (*) 

 

Editor: Efendi Muhammad

Publisher: Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar Baru Pandaan Akan Direlokasi

29 Agustus 2025 - 17:38 WIB

Brak! Atap Kelas SMAN 1 Tiris Ambruk saat Jam Pelajaran, Puluhan Siswa Tertimpa

29 Agustus 2025 - 15:45 WIB

Bikin Geger! Ular Piton 3 Meter Masuk ke Rumah Warga di Mayangan

29 Agustus 2025 - 14:59 WIB

Kebakaran Landa Pasar Baru Pandaan, Puluhan Lapak Terbakar

29 Agustus 2025 - 04:45 WIB

Truk Muat 10 Ton Beras Tergelincir ke Sungai Bondoyudo Lumajang

28 Agustus 2025 - 18:33 WIB

DPO Curanmor Korban Ledakan Bondet di Pasrepan Meninggal Dunia

27 Agustus 2025 - 16:18 WIB

Gudang Mebel di Pasuruan Hangus, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

26 Agustus 2025 - 14:52 WIB

Bakar-bakar Sampah Hanguskan Kandang, 4 Ekor Kambing Mati Terpanggang

24 Agustus 2025 - 19:37 WIB

Terlindas Truk Tebu, Pemotor di Jalur Pantura Pajarakan Tewas

24 Agustus 2025 - 16:12 WIB

Trending di Peristiwa