Menu

Mode Gelap
Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

Hukum & Kriminal · 23 Feb 2021 10:07 WIB

Kasus Pembacokan di Krucil Tunggu Hasil Kejiwaan Pelaku


					Kasus Pembacokan di Krucil Tunggu Hasil Kejiwaan Pelaku Perbesar

KRUCIL-PANTURA7.com, Kasus penganiayaan disertai pemberatan (anirat) yang terjadi di Desa Betek, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo beberapa hari lalu belum menemukan titik terang terkait kondisi kejiwaan pelaku.

Hal ini disampaikan Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Rizki Santoso. Menurut dia, pihak kepolisian sektor (Polsek) Krucil, masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku. Soalnya didapat informasi, pelaku memiliki gangguan kejiwaan.

Rizki melanjutkan, upaya penanganan kasus anirat dengan sebilah celurit tersebut, pelaku sudah dibawa dan diperiksa di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sumberlawang, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Senin (22/2/2021. Hngga Selasa hari ini, hasil pemeriksaan masih belum keluar.

“Untuk hasilnya belum, tapi sudah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan kejiwaan. Karena untuk menentukan hasilnya itu juga butuh waktu toh, karena untuk penyidikan selanjutnya harus diketahui pelaku benar gila atau tidak,” kata Rizki, Selasa (23/2/2021).

Jika nantinya hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku dinyatakan gila, menurut Rizki, pemeriksaan akan dihentikan. “Jadi sambil menunggu hasilnya, untuk kelanjutan perkaranya kami serahkan kepada pihak polsek (Krucil),” tutur Rizki.

Sekadar informasi, penganiayaan disertai pemberatan dilakukan Djumali (63) warga Desa Betek, Kecamatan Krucil, Senin (15/2/2021) lalu. Korbannya, Satro (67), kakak ipar pelaku.

Akibat bacokan tersebut, korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati karena mengalami tujuh luka bacok di bagian mulut dan lengan kirinya. Korban sehari kemudian meninggal setelah menjalani operasi pembersihan luka. (*)


Editor : Ikhsan Mahmudi
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Tipu Warga Pakai Identitas Palsu, Pria Asal Lumajang Jadi Tersangka Penipuan Bansos

29 Agustus 2025 - 17:30 WIB

Modus Jual Beli Mobil Berkedok Kredit, Guru di Lumajang Terjebak Skema Tipu Daya Teman Sendiri

29 Agustus 2025 - 15:54 WIB

Tiga Truk Kayu Lolos dari Hutan, Ilegal Logging Diduga Sudah Berulang

29 Agustus 2025 - 08:48 WIB

Janji Bebaskan Tahanan, Tiga Preman Ngaku Polisi Ditangkap

28 Agustus 2025 - 15:39 WIB

Polisi Bongkar Peredaran Uang Palsu di Jember, Dua Orang Ditahan

27 Agustus 2025 - 20:57 WIB

Tragis! Dua Nelayan di Jember Tenggelamkan Kerabat ke Sungai Hingga Tewas

27 Agustus 2025 - 18:15 WIB

Satu Terpidana Penanaman Ganja di Lumajang Dipindahkan ke Lapas Kelas l Surabaya

27 Agustus 2025 - 16:01 WIB

Berkedok COD-an, Maling Motor asal Kuripan Bonyok Dihajar Warga

27 Agustus 2025 - 04:32 WIB

Hilang Sejak Maret, Motor Warga Bojonegoro yang Dipinjam Anak Punk Kini Kembali

26 Agustus 2025 - 19:07 WIB

Trending di Hukum & Kriminal