PROBOLINGGO-PANTURA7.com,  Perlintasan kereta api (KA) di Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo yang sempat memakan korban karena tak memiliki palang pintu dikeluhkan warga. Bahkan peralatan Early Warning System’ diketahui tidak berfungsi karena baterainya dicuri orang.

Hal ini disampaikan Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota, AKP Kemadji saat mendatangi lokasi kecelakaan dengan dua warga Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Sehingga warga yang hendak lewat perlintasan KA tersebut harus ekstra hati-hati.

“Ya atas kejadian tadi, perlu sekali adanya palang pintu. Apalagi alat deteksi kedatangan kereta atau Early Warning System-nya tak berfungsi. Kalau dibiarkan kan bahaya,” kata Kemadji, Jumat (4/4/2019). Ia pun berharap perlintasi KA itu dilengkapi palang pintu.

Sementara itu, Kepala Polsuska Daop 9, Kapten Muhalil mengatakan, pengajuan palang pintu merupakan ranah Dinas Perhubungan (Dishub). “Kami koordinasikan dulu ya karena pengajuan palang pintu ranah Dishub,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dishub Kota Probolinggo, Sumadi saat dikonfirmasi mengatakan, di perlintasan KA tak berpalang pintu tersebut alat pemberitahuan(Early Warning System)-nya tak berfungsi. Pasalnya baterainya dicuri seseorang.

“Saya sudah lapor atas kejadian tersebut, bahkan menginformasikan lagi ke Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim. Karena itu milik Dishub dan LLAJ Jatim. Yang jelas kami upayakan agar Early Warning System-nya kembali berfungsi, katanya.

Diketahui, dua warga Desa Sebaung yakni Didik Yanto Hartono (50) dan  Mochammad Syamsuddin (45) Jumat pagi yang melewati perlintasan KA di Kebonsari Wetan ditabrak KA Ranggajati. Dalam kecelakaan itu, Didik tewas dengan luka di kepala, sementara Syamsudin mengalami luka. (*)

 

 

Penulis: Rahmad Soleh

Editor: Ikhsan Mahmudi

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here