Probolinggo,- Setelah mengalami erupsi pada Kamis (5/11/26) sore, Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, pada Jum’at pagi tidak lagi mengeluarkan abu vulkanik.

Meski demikian, aktivitas vulkanik gunung berstatus Level II atau Waspada tersebut masih terus dipantau petugas.

Pantauan petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) PVMBG di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, tidak terlihat lagi abu vulkanik yang keluar dari kawah seperti saat terjadi erupsi pada Kamis sore.

Sejak Jumat pagi, asap yang keluar dari kawah terpantau bertekanan lemah dengan warna putih hingga kelabu.

Intensitasnya bervariasi dari tipis hingga tebal, dengan ketinggian berkisar 50 hingga 500 meter di atas puncak kawah.

Petugas Pengamat Pos PVMBG Gunung Bromo, Hadi Purwoko, menjelaskan, erupsi yang terjadi pada Kamis sore diduga dipicu longsoran material di dinding kawah.

Material yang jatuh ke dalam kawah kemudian memicu letupan karena adanya bara api di dalamnya.

“Jadi, di dalam kawah Gunung Bromo terdapat api diam atau bara api, di mana ketika ada material jatuh terjadi letupan dan erupsi seperti yang terjadi kemarin. Kemudian pagi ini sudah tidak terlihat abu vulkanik,” kata Hadi

Abu vulkanik yang kekuar dari kawah Gunung Bromo setelah erupsi kemarin berlangsung hingga Jum’at dini hari. Asap pekat serta abu vulkanik baru tidak muncul sekitar pukul 02.30 WIB.

Meski kondisi erupsi telah mereda, petugas tetap mengimbau wisatawan maupun pelaku jasa wisata agar tidak mendekati kawah dalam radius satu kilometer.

“Erupsi Gunung Semeru yang terjadi tidak ada kaitannya dengan Gunung Bromo karena memiliki dapur magma sendiri. Saat ini kondisi Bromo masih berada di Level II Waspada,” imbuh Hadi.

Sebelumnya, Gunung Bromo diketahui mengalami erupsi pada Kamis (5/11/26) pukul 17.11 WIB.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi selama 46 detik.

Saat erupsi berlangsung, kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak kawah.

Abu berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal dan bergerak condong ke arah barat. (*)


Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.