Lumajang,- Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, memiliki daya tarik yang tidak hanya bertumpu pada alam.

Desa di kaki Gunung Semeru ini menyimpan cerita tentang keberagaman agama, kearifan lokal, serta potensi hasil bumi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya.

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Desa Senduro menjadi kesempatan bagi pemerintah desa untuk memperkenalkan potensi tersebut.

Salah satu hal yang ingin ditonjolkan adalah kehidupan masyarakat yang beragam, tetapi tetap hidup berdampingan.

Kepala Desa Senduro Farid Rahman Hermansyah mengatakan, toleransi menjadi salah satu aspek yang diperkenalkan kepada wisatawan.

Desa tersebut juga memiliki Kampung Pancasila yang merepresentasikan semangat kebersamaan di tengah perbedaan.

“Di desa ini, masyarakat dengan latar belakang agama berbeda hidup berdampingan. Senduro juga memiliki Kampung Pancasila yang menjadi bagian dari upaya mengenalkan semangat kebersamaan kepada masyarakat luas,” kata Farid.

Menurut Farid, kehidupan sosial masyarakat juga berjalan berdampingan dengan upaya menjaga kearifan lokal. Budaya dan adat istiadat tetap menjadi bagian yang dipertahankan sebagai identitas desa.

“Selain itu, di desa ini tetap mempertahankan kearifan lokal, budaya, dan adat yang selalu menjadi prioritas unggulan wisatawan,” ujarnya.

Namun, sambung dia, potensi Senduro tidak berhenti pada kehidupan sosial dan budayanya. Desa ini memiliki sejumlah komoditas hasil bumi yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

“Seperti durian, pisang agung, pisang mas kirana, cengkeh, kapulaga, kopi, dan susu menjadi beberapa komoditas yang dihasilkan warga sekitar,” jelasnya.

Hasil bumi tersebut berpotensi dikembangkan lebih lanjut, termasuk melalui pengolahan menjadi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Farid mengatakan, pemerintah desa turut memperkenalkan produk olahan UMKM kepada pengunjung. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat wisatawan mengenal lebih jauh hasil usaha masyarakat setempat.

“Pengenalan produk lokal diharapkan dapat membuat pengunjung mengetahui lebih jauh hasil usaha masyarakat di Desa Senduro,” pungkasnya. (*)


Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.