Probolinggo,- Kelalaian membakar kotoran ternak memicu terjadinya musinah kebakaran kandang sapi di Dusun Krajan 2, Desa Kertonegoro, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Kamis (24/9/2026) siang.
Pemilik kandang, Arimun, disebut-sebut tertidur lelap setelah menyapu dan membakar kotoran sapi hingga kobaran api menjalar tak terkendali dan membakar tiga ekor sapi miliknya.
Kepala Desa Kertonegoro, Abdul Rahman, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula saat Arimun membakar kotoran ternak di dekat kandang. Setelah menyalakan api, korban masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.
“Pak Arimun membakar kotoran sapi, lalu dia tidur di dalam rumah sampai api menjalar ke kandang. Saat warga ramai-ramai memadamkan api, dia bahkan belum bangun,” ujar Rahman saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA), Kamis (24/9/26).
Akibat kejadian tersebut, tiga ekor sapi yang berada di dalam kandang tersambar kobaran api. Satu ekor sapi anakan tewas terpanggang di lokasi kejadian.
Sementara dua ekor sapi indukan, berhasil diselamatkan warga meski mengalami luka bakar hingga kulitnya terkelupas.
“Kerugian material diperkirakan mencapai Rp20 juta untuk harga sapi yang mati, Rp5 juta untuk perbaikan kandang yang ludes, serta biaya perawatan luka bakar dua ekor sapi lainnya sekitar Rp1 juta,” tambah Rahman.
Camat Pakuniran, Hasan Zainuri menyebut, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di RT 03 RW 02 Dusun Krajan 2. Kebakaran dipicu oleh aktivitas pembakaran kotoran sapi yang sudah menumpuk selama sepekan di area sekitar kandang.
Warga setempat yang melihat bara api membubung tinggi langsung melakukan upaya pemadaman secara swadaya sebelum api merembet ke pemukiman warga.
Para pemangku kebijakan dari unsur Muspika Pakuniran, Pemdes Kertonegoro, Satpol PP, hingga warga sekitar turut hadir di lokasi untuk mengamankan situasi.
“Kejadian ini sudah kami laporkan ke pimpinan. Informasi sementara, kebakaran terjadi karena aktivitas pembakaran kotoran sapi di sekitar kandang,” ujar Zainuri. (*)












