Probolinggo – Untuk mengantisipasi terjadinya kembali Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Polsek Sukapura meningkatkan patroli di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Patroli dilakukan jajaran Polsek Sukapura menggunakan mobil dobel kabin yang bagian bak belakangnya dilengkapi tandon air berkapasitas 1.000 liter serta mesin penyemprot air.
Kendaraan tersebut disiapkan untuk mendukung upaya pencegahan sekaligus penanganan awal apabila ditemukan potensi kebakaran di kawasan konservasi tersebut.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar melalui Kapolsek Sukapura Iptu Djuwantoro Setyowadi mengatakan, patroli tersebut merupakan langkah preventif untuk menekan risiko terjadinya karhutla sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kawasan wisata Bromo tetap kondusif.
“Jadi patroli ini merupakan upaya preventif kami untuk menekan risiko karhutla di Bromo, termasuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif,” kata Djuwantoro.
Menurutnya, kondisi cuaca di kawasan Bromo saat ini masih cenderung kering. Kondisi ini membuat vegetasi kering mudah terbakar sehingga diperlukan kewaspadaan dari seluruh pihak, terutama wisatawan dan pelaku jasa wisata.
Ia mengimbau wisatawan maupun pelaku jasa wisata untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran. “Seperti membuang puntung rokok sembarangan maupun menyalakan api di area yang dilarang,” ucapnya.
Puntung rokok yang dibuang sembarangan maupun perapian yang tidak dikendalikan dapat memicu kebakaran, terlebih saat kondisi vegetasi di kawasan Bromo dalam keadaan kering.
“Karena iklim pariwisata di Bromo merupakan tanggung jawab bersama, mari bersama-sama menjaga Bromo dan segera melapor jika mendapati titik api atau gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pengelola kawasan, pelaku wisata, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga Gunung Bromo tetap aman, tertib, asri, dan lestari.
“Sinergi antara berbagai pihak, termasuk kepolisian hingga masyarakat, diharapkan mampu menjaga Gunung Bromo tetap asri, tertib, aman, dan lestari hingga masa mendatang,” Djuwantoro memungkasi. (*)












