Probolinggo,- Memasuki hari ke-11, upaya pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Bromo terus dilakukan.
Sepanjang hari ini, Kamis (13/8/26), pemadaman difokuskan di sekitar Puncak Seruni Point yang berada dekat dengan rest area, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Pemadaman titik api yang muncul sejak Ranu malam dilakukan dengan dua metode, yakni water bombing dan pemadaman secara manual jalur darat.
Dalam pemadaman manual, petugas gabungan harus menuruni tebing untuk menjangkau titik api, kemudian api digebyok atau disiram hingga padam.
Upaya tersebut dilakukan untuk memaksimalkan pemadaman, sehingga api yang telah berhasil dipadamkan tidak kembali menyala dan meluas.
“Jadi titik api yang ada di sekitar Seruni Point ini merupakan rembetan titik api dari Bukit Kingkong. Sejak pagi sudah dilakukan pemadaman, baik menggunakan water bombing maupun secara manual,” kata Danrem 083 yang juga Dansatgas Karhutla Bromo, Kolonel Infanteri Wahyu Ramandhanus Suryawan.
Menjelang sore, ritik api di sekitar Puncak Seruni Point dinyatakan telah berhasil dikendalikan. Namun, masih terdapat beberapa titik api kecil yang saat ini dalam proses pemadaman.
“Kita upayakan Karhutla di Bromo ini dapat padam total pada Jumat besok. Kita juga upayakan hari ini titik api yang muncul dapat dipadamkan,” imbuh Wahyu.
Sebagaimana diketahui, karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) diketahui terjadi sejak Senin, 3 Agustus 2026.
Kebakaran diduga akibat aktivitas manusia. Luas lahan yang terdampak akibat musibah ini sudah lebih dari 889 hektare kawasan konservasi. (*)












